Di Kaimana, Vaksinasi Covid 19 Mulai dilaksanakan

0

Komandan Batalion 764 Kaimana, saat berkesempatan menerima vaksin sinovac. (FOTO: UCU)


KAIMANA, KT- Setidaknya 9 anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan 5 tenaga kesehatan (Nakes), Rabu (3/2/2021) menerima vaksin sinovac, yang diberikan oleh para tenaga kesehatan saat pencanangan vaksinasi covid 19 di wilayah Kabupaten Kaimana.

Pemberian vaksin kepada 14 orang tersebut, dilaksanakan di RSUD Kaimana.

Sekda Kaimana, Luther Rumpobo, dalam sambutannya pada acara pencanganan vaksinasi covid 19 tersebut mengatakan, program pemerintah untuk menekan penyebaran covid 19 semakin meluas di seluruh Indonesia, adalah dengan salah satu caranya memberikan vaksin kepada seluruh warganya.

“Kebijakan yang diambil oleh pemerintah ini, tentunya telah dipikirkan matang-matang. Untuk itu, serahkan seluruhnya kepada tenaga medis yang melakukannya, karena mereka lebih tahu, kepada siapa sajakah vaksin ini dapat diberikan,” tegasnya.

Sebelum pelaksanaan vaksin, seluruh peserta yang hadir dalam pencanangan vaksinasi tersebut, terlebih dahulu melaksanakan senam bersama untuk mereleksasi tubuh.

Pantauan wartawan, senam bersama itu pun diikuti dengan penuh ruang gembira oleh seluruh peserta.

Pada saat pelaksanaan vaksin, sebanyak 21 pimpinan dan anggota Forkompimda dan 5 tenaga kesehatan, dipanggil untuk menerima vaksin.

Namun, saat pemeriksaan kesehatan sebelum menerima vaksin, hanya 9 anggota Forkompimda yang dinyatakan lolos untuk mendapatkan vaksin tersebut, diantaranya Asisten I Setda Kaimana, Moses Werinussa, Kepala Inspektorat, Freddy Zaluchu, dan beberapa lainnya.

Ke 9 pejabat tersebut pun setelah divaksin, diberikan kesempatan untuk beristirahat selama 30 menit lamanya, dan terlihat tidak ada dampak atau efek samping setelah menerima vaksin tersebut.

dr. Billy Sitanggang, salah satu tim pemberian vaksin covid 19 kepada awak media mengaku, ada beberapa anggota Forkompimda yang ditunda, dan tidak bisa mendapatkan vaksin karena penyakit bawaanya banyak.

“Jadi ada kategori ditunda dan tidak bisa dapat vaksin. Mereka yang ditunda bisa mendapatkan vaksin susulan. Calon vaksinasi yang ditunda untuk mendapatkan vaksin, rata-rata mengalami pilek, batuk, sesak dada, dan nyeri tenggorokan dalam tujuh hari terakhir. Hipertensi juga masuk kategori ditunda, kalau tekanan darahnya lebih dari 130/80,” ujarnya.

Asisten I Setda Kaimana, Moses Werinussa, dalam keterangannya kepada awak media mengaku, tidak mendapatkan gejala apa-apa setelah menerima vaksin.

“Puji Tuhan, aman. Pesan saya kepada seluruh masyarakat Kaimana, jangan terprovokasi apa yang disampaikan oleh orang tidak bertanggung jawab. Dengar apa kata dokter, atau petugas kesehatan lain. Vaksin ini untuk melindungi diri kita, dan juga keluarga kita dari penularan COVID-19,” pesannya dengan sedikit melebarkan senyum.(ANI-R1)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan