GPI Rehobot Kaimana Salurkan 482 Paket Sembako

0

KAIMANA, KT- Sebagai bentuk kepedulian gereja bagi umat sebagai dampak covid 19 saat ini, jemaat GPI Papua Rehobot Kaimana melakukan aksi peduli sosial kepada jemaat dalam bentuk pemberian bantuan sembako.

Dari data statistik jemaat GPI Papua memiliki jumlah Kepala Keluarga sebanyak 482 KK yang tersebar di wilayah pelayanan Kelurahan Kaimana Kota.

Aksi Peduli Sosial dalam bentuk pemberian bantuan sembako kepada jemaat akan dilaksanakan dalam dua tahapan.

Ketua Majelis Jemaat Rehobot, Pdt. Leonard Syakema, Gereja harus ikut peduli terhadap situasi saat ini yang merupakan dampak dari bencana non alam covid 19.

“Dalam program pelayanan kami di tahun 2020 ini, memang tidak diprogramkan, namun karena kondisinya seperti ini, maka kami juga ikut prihatin dengan keadaan yang ada. Olehnya, melalui kesepakatan dengan majelis jemaat, maka dilakukan revisi program diakonia yang akan disalurkan ke jemaat dalam dua tahap,” ujar Syakema.

Untuk tahap pertama, kata dia, pihaknya menyiapkan sebanyak 230 paket sembako yang akan didistribusikan kepada para janda/duda dan keluarga yang kurang mampu.

“Untuk tahap kedua, akan didistribusikan ke warga yang lain. Intinya, kita harapkan semua jemaat akan mendapat aksi peduli dimaksud,” ujarnya.

Ditanya soal sumber pendanaan untuk kegiatan dimaksud, Syakema menyebutkan, sumber dana yang digunakan untuk pengadaan sembako berasal dari Khas Jemaat.

“Kita sangat berharap, agar jemaat yang menerima bantuan sembako ini, jangan dinilai dari besar atau kecil barang yang diberikan, namun lebih dari sisi nilai sosial sebagai bentuk kebersamaan dalam persekutuan jemaat,” pesannya.

Metode yang dipakai untuk pembagian sembako ini, lanjut dia, dilakukan dengan matode door to door, yang akan diantar oleh majelis jemaat ke masing-masing jemaat sasaran.

Menurut Syakema, kegiatan ini melibatkan majelis jemaat dan juga kedua pendeta sebagai penghantar jemaat yaitu Pdt. Anita Nanlohi dan Pdt. Ketty Lewakabessy yang terus melakukan pendampingan bersama majelis jemaat.

Di akhir keterangan, Syakema menegaskan, sampai saat ini Jemaat Rehobot masih tetap menginstruksikan jemaat untuk melakukan ibadah di rumah bersama keluarga, seperti ibadah Minggu dan ibadah keluarga serta ibadah lainnya, hingga ada petunjuk selanjutnya dari pemerintah ketika covid 19 ini sudah dinyatakan selesai.

Olehnya, dia sangat berharap agar seluruh jemaat, untuk tetap taat terhadap anjuran pemerintah sebagai wujud pencegahan penyebaran covid 19.

“Mari kita ikuti anjuran pemerintah, dengan tetap beraktivitas di rumah saja, meminimalkan aktivitas di luar rumah jika tidak penting, selalu cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak dengan sesama, semua ini untuk kebaikan diri kita dan keluarga,” pungkasnya.(ANI-R1)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan