Bapanas Awasi Sentra Produksi Cabai di Kaimana, 1.600 Pohon Sudah Ditanam
KAIMANA, KT– Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Pangan dan Mutu Pangan, Jumat (20/2/26) melakukan pengawasan pada wilayah sentra produksi cabai di Kaimana. Sentra produksi cabai ini merupakan salah satu penyuplai pasar induk di Kaimana.
Kepala Dinas Perindagkop UKM Kaimana, Agustinus Janoma, dalam keterangan kepada wartawan, Senin (23/2/26) menyebutkan, sentra produksi ini dilakukan menjelang Hari Raya keagamaan yakni Idul Fitri mendatang.
“Untuk lokasinya ada di Km 0 menuju Kampung Baru. Jadi kita pantau dengan tim diantaranya, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kaimana, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaimana, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kaimana, PPL dan tim Dit. SPHP,” jelasnya.
Sementara itu, pihak Bapanas dalam siaran persnya menyebutkan, jika jelang Lebaran, Kaimana menjadi salah satu penyuplay cabai.
Dikatakan, di Kaimana harga cabai jelang Hari Raya masih bisa terjangkau, berbeda dengan wilayah lain di Indonesia, dimana terjadinya peningkatan harga yang significant. Bahkan bukan hanya harganya saja, tetapi kebutuhan akan cabai juga bisa terpenuhi.
Olehnya, lanjut dia, ada kelompok petani cabai yang beranggotakan 23 orang, yang saat ini sedang mengembangkan tanaman cabai di Kaimana.
Dijelaskan, harga cabai di Kaimana masih berkisar Rp 50.000 sampai Rp. 70.000 per kilogram. Dengan harga ini, maka konsumen khususnya di Kaimana bisa mendapatkan harga yang relatif murah, dibandingkan dengan wilayah lainnya yang pada saat Lebaran harganya melonjak hingga mencapai 120.000 per kg.
Dikatakan, dari kelompok yang dibina ini, sudah sebanyak 1.600 pohon cabai yang ditanam, dan ptelah dipanen sekali dalam satu Minggu.
Kadis Perindagkop UKM kembali menambahkan, selain harga cabai bisa terjangkau, tetapi juga petani tetap menjaga kualitas sehingga bisa diterima oleh konsumen.
“Kiranya ke depannya, kelompok tani cabai ini bisa lebih meningkatkan produksi, sehingga menjaga stabilitas harga serta kualitasnya. Karena pada umumnya cabai di Kaimana, dalam pemeriksaan tahunan disimpulkan bahwa aman untuk dikonsumsi,” tutupnya.(KHR-R1)

