Dinas Pertanian Target 2030, Pala Kaimana Masuk Komoditi Unggulan
KAIMANA, KT – Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui dinas pertanian akan memproduksi pohon pala per tahun 2026 sebanyak 1300 hektar. Target 2030 Kaimana termasuk salah satu daerah penghasil pala terbanyak.
Kepala Dinas pertanian Alex Furay ketika di konfirmasi kabar Triton di ruang kerjanya pada Rabu, (28/01/26) menjelaskan bahwa 1300 hektar lahay tersebut yakni 1000 hektar akan bersumber dari APBN dan 300 hektar dari Kabupaten.
Selain 1300 hektar lahan yang akan digunakan untuk memproduksi Pala, kata Kadis pertanian bahwa Kabupaten Kaimana sendiri memiliki lahan Pala per tahun 2024 hingga 2025 sebanyak 12.000 hektar lebih.
“Kita punya lahan yang banyak tapi saya rasa masih kurang, karena hasil produksi pala kita per tahun dari 2024 hingga 2025 hanya 500 ton pala per tahun, jadi per enam bulan hanya 250 ton pala yang diproduksi, kendati demikian masih ada penjualan di luar data yang kita peroleh seperti penjualan ke Fak-Fak maupun penjualan di luar daerah yang tidak dapat didata” jelasnya.
Menurutnya data produksi ini diperoleh dari dinas PTSP Kabupaten Kaimana berdasarkan pengusaha yang terdaftar secara resmi, selain itu juga ada penjualan diluar itu, dimana petani menjual ke pedagang yang tidak terdaftar secara resmi pada PTSP kabupaten Kaimana, kalau soal data luas area atau lahan dinas pertanian sendiri memiliki data tersebut.
Menurut Alex, bahwa sesuai data yang diperoleh harga pala mengikuti harga dolar, dimana jika harga dolar naik maka pala akan dijual per kilo 60 ribu sampai 70 ribu, sementara itu harga bunga pala per kilo mencapai 200 ribu per kilo.
“Saya berharap di tahun 2030 nanti pala Kaimana masuk dalam salah satu komoditi terbesar, serta penopang ekonomi di Daerah kita ini nanti,” pungkasnya.(JRTC-R1)

