Percepatan Sistem Pengelolaan Pariwisata Kaimana, CII Gelar Workshop

0

Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, S.Sos,MH Pada Saat Membuka Kegiatan Workshop Percepatan Sistem Pengelolaan Pariwisata Kaimana. | Foto: DAR-KT


KAIMANA, KT –Pengembangan pariwisata di Kabupaten Kaimana, masih belum dilakukan secara baik. Potensi wisata yang ada di Kaimana pun, belum dikelola secara baik. Bahkan di beberapa titik, pengelolaannya sudah mandek, karena terganjal hak ulayat.

Oleh karena itu, perlu terobosan yang benar-benar tepat, sehingga pengelolaan pariwisata bisa lebih maksimal dan bisa memberikan dampak bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Kaimana.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, S.Sos,MH ketika membuka kegiatan workshop percepatan sistem pengelolaan pariwisata Kaimana, yang diinisiasi oleh Concervation Internasional Koridor Kaimana, di meeting room Kaimana Beach Hotel, Selasa (26/2).

Wabup Ismail dalam sambutannya mengatakan, setiap instansi harus turut mengambil bagian dalam proses pengembangan dan pengelolaan pariwisata di Kabupaten Kaimana. Sehingga sudah seharusnya setiap OPD meninggalkan pola kerja yang masih kental dengan ego sektoral, yang justru akan berdampak pada kemajuan pembangunan yang ada di Kabupaten Kaimana.

“Pengelolaan pariwisata ini harus terintegrasi, jika kita menginginkan agar sektor ini dapat menggeliat dan bisa memberikan dampak untuk masyarakat kita di Kaimana ini. Tentunya sektor pariwisata ini juga merupakan salah sektor yang mempunyai multiplayer efek, yaitu sektor ini dapat juga memacu sektor-sektor yang lainnya,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjut Wabup Ismail, pengembangan pariwisata Kaimana ini juga perlu didasari dengan komitmen bersama seluruh OPD, karena antara satu dengan lainnya saling berkaitan.

“Bagaimana semua itu terbentuk jika yang diberi tanggung jawab hanya dinas Pariwisata, sedangkan tidak ada infrastruktur yang menunjang,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar seluruh OPD mulai memikirkan peran serta dapat mengimplentasikan perannya tersebut, sesuai dengan tupoksi dan kewenangannya masing-masing.

“Kami berharap agar workshop ini menjadi pertemuan pertama kita untuk berkomtimen, dan selanjutnya akan ada pertemuan lagi dengan melibatkan semua unsure, baik dari kalangan akademisi, tetapi juga masyarakat Kaimana, sebagai pemilik potensi-potensi wisata di Kaimana ini,” pungkasnya. (DAR-R2)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan