...

Kisruh Pemotongan Dana Siswa ; Ini Penjelasan Kepala SMAN 2 Kaimana

0
Kepala SMAN 2, Sutanto saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Senin (19/1/26). (FOTO; KHR)

Kepala SMAN 2, Sutanto saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Senin (19/1/26). (FOTO; KHR)

 

KAIMANA, KT- Kepala SMA Negeri 2 Kaimana, Sutanto, akhirnya angkat bicara terkait dana bantuan yang diterima para siswa di sekolah tersebut, yang dipotong oleh pihak sekolah dan menjadi polemik di media sosial beberapa hari terakhir.

 

“Jadi bantuan yang diterima itu adalah bantuan dari pemerintah untuk membayar biaya seragam sekolah dan diperuntukkan bagi para siswa-siswi kelas X saja. Bantuan dari Pemda untuk semua siswa kelas X yang berjumlah 300-an murid mendapatkan Rp 1,2 juta per siswa. Sedangkan dari Pemprov sebesar Rp 1,8 juta per siswa khususnya Orang Asli Papua (OAP) yang berjumlah 159 siswa,” ujar Sutanto kepada sejumlah awak media, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (19/1/26).

 

Pernyataan Sutanto tersebut disampaikan untuk menjawab apa yang menjadi keresahan orangtua wali murid, terkait bantuan Papua Cerdas yang diterima para siswa di sekolah tersebut.

 

Sekedar diketahui, di media sosial, sejumlah orangtua wali siswa, menyebutkan, jika pihak sekolah telah memotong dana bantuan tersebut, sebesar Rp. 600.000, sehingga para siswa hanya mendapatkan sebesar Rp. 1,2 juta saja.

 

 

Dia lebih lanjut menyebutkan, karena biaya seragam itu sebesar Rp 1,8 juta, maka bantuan dari Pemprov, dipotong lagi untuk menambah  bantuan dari Pemda tadi yang khusus untuk para siswa OAP.

 

“Karena uang dari Provinsi itu Rp 1,8 juta dan khusus untuk siswa yang OAP saja, kita pakai Rp 600.000 dari dana tersebut untuk menggenapi bantuan dari daerah yang hanya berjumlah Rp 1,2, supaya membayar biaya seragam yang harganya Rp 1,8 juta tadi,” akunya.

 

Oleh karena itu, pihaknya pun sudah menyerahkan kepada sejumlah siswa, sisa dari bantuan tersebut sebanyak Rp 1,2 juta per siswa OAP.

 

Ketika disinggung mengenai para siswa non OAP yang tidak menerima bantuan dari Provinsi untuk seragam sekolah yang nyatanya bantuan tersebut tidak mencukupi biaya seragam, kata dia, hal tersebut merupakan tanggungjawab dari pihak sekolah.

 

“Kita tidak membebankan dana seragam yang kurang itu kepada orangtua/wali, tetapi akan kita siasati dengan Koperasi sekolah, yang mana nantinya akan kami diskusikan dulu dengan para guru untuk hal tersebut,” tegasnya.(KHR-R1)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan
Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.