...

Truck dengan Timbunan Mulai Rusakan Jalan Masuk Pasar Krooy

0
WhatsApp Image 2025-12-15 at 20.53.14

KAIMANA, KT- Sejumlah pedagang di Pasar Inpres Krooy mengeluh dengan aktivitas sejumlah truck dengan muatan material timbunan proyek Sekolah Rakyat merusak ruas Jalan Masuk Pasar Inpres Krooy.

 

Aktivitas itu tidak hanya merusak konstruksi badan jalan tersebut, tetapi sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan pedagang dan pembeli di pasar tersebut.

 

Dany Ramli, salah seorang pedagang dalam Pasar Inpres Krooy mengeluh dengan aktivitas para sopir truck tersebut.

 

“Padahal sudah ada tanda larangan, tetapi mereka terus masuk dan sangat mengganggu. Bahkan, bukan hanya itu saja, timbunan yang mereka bawa menghasilkan debu berterbangan ke sana kemari, dan tentu menggangu aktivitas di dalam Pasar ini,” keluh Dany saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/12/25).

 

Bahkan, beberapa pembeli yang berkunjung di Pasar tersebut beberapa hari terakhir pun mengeluh dengan tidak tertibnya pasar pengemudi truck tersebut.

 

“Aneh, macam mereka tidak pernah sekolah. Buru ret boleh saja, tetapi kalau terjadi kecelakaan dalam Pasar ini, jangan salahkan kami,” ujar salah seorang pembeli yang enggan namanya disebutkan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/12/25).

 

Bahkan dirinya pun mengeluh, jika banyak sopir yang tidak tahu baca tanda larangan.

 

“Mereka punya SIM macam pakai beli kah,” gerutu salah seorang lagi.

 

Kapolres Kaimana melalui Kasat Lantas Polres Kaimana, Iptu Edy Sumule, dalam keterangannya saat dikonfirmasi mengaku, berkaitan dengan keluhan warga tersebut, pihaknya sudah menegur kontraktor pekerja, agar dihimbau para pengemudi yang mengangkut material jangan lewat Jalan Masuk Pasar, karena sudah ada tanda larangan.

“Saya tadi sudah tegur yang bersangkutan. Jika masih belum mengindahkan lagi, kita akan laporkan ke pimpinan,” tegasnya.

 

Meski demikian, pantaun wartawan, hingga pukul 20.30 WIT malam tadi, sejumlah pengemudi masih nekad masuk melalui jalur jalan tersebut.

 

Pihak Dinas PUPR yang berhasil dikonfirmasi pun mengaku, jika ruas jalan tersebut konstruksinya tidak sekuat Jalan Utama.

 

“Seharusnya mereka tidak lewat di situ, karena konstruksi jalannya tidak sama dengan Jalan Utama yang cukup kuat menahan beban material saat kendaraan bergerak. Aspal yang digunakan pun hanya untuk jalan setapak mempermudah para pembeli dan pedagang untuk berkativitas. Kalau rusak, pasti kita harus keluarkan anggaran lagi untuk memperbaikinya,” ujar salah seorang staf pada Dinas PUPR saat dikonfirmasi.

 

Warga pun sangat berharap agar, pihak kontraktor yang menangani proyek tersebut, agar segera menegur para pengemudi truck untuk tidak lagi melintas di ruas jalan tersebut.(ARI-R1)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan
Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.