...

Kisruh Seragam Siswa Dipotong, Dinas Pendidikan Ngaku Tak Ada Koordinasi

0
WhatsApp Image 2025-02-07 at 11.42.28

 

KAIMANA, KT– Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Kaimana, Ray Ratu D. Come mengaku, jika bantuan seragam yang dialokasikan dari Pemerintah Provinsi merupakan salah satu program Papua Cerdas, yang diperuntukan bagi pemerintah Kabupaten yang tidak menyediakan anggaran untuk pendidikan.

 

“Jadi Program Papua Cerdas ini merupakan program dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, yang dianggarkan sebesar Rp. 3 juta per siswa. Jadi karena anggaran pendidikan gratis dan pakaian seragam telah disiapkan oleh Pemda Kaimana sebesar 1,2 juta rupiah untuk tingkat SLTA, maka Pemprov hanya mencairkan sebesar 1,8 juta rupiah saja, sehingga tetap jumlahnya 3 juta rupiah,” jelas Ray Ratu D. Come saat dikonfirmasi wartawan, Senin (19/1/26) di ruang kerjanya.

 

Dia menambahkan, bantuan Papua Cerdas itu juga peruntukan salah satunya yakni biaya seragam sekolah.

 

“Ketika uang tersebut dipotong untuk penambahan biaya pakaian seragam dari pihak sekolah, sisanya harus diberikan kepada siswa-siswi, sebab itu hak mereka,” tegasnya.

 

Disinggung soal harga seragam untuk masing-masing sekolah, dia menjelaskan, jika setiap sekolah memiliki harga yang berbeda.

 

“Jadi ini yang harus kita rapihkan, agar bisa sama rata. Seharusnya ketika satuan pendidikan seperti SMA atau SMK mendapatkan bantuan Papua Cerdas dan mau melakukan rapat dengan orangtua, harus berkoodinasi dengan Dinas, agar Dinas bisa bantu menjelaskan berapa yang disiapkan dari Pemerintah Kabupaten dan sisanya yang ditanggulangi dari Provinsi. Kalau dilakukan koordinasi dengan Dinas, kami bisa memberikan penjelasan berdasarkan petunjuk teknis (juknis) dari Papua Cerdas maupun Pemkab, anggaran ini diperuntukkan untuk apa, agar tidak sepenggal-sepenggal informasi yang diterima oleh orangtua wali murid,” jelas Ray lagi.

 

Hingga berita ini diturunkan, pemotongan dana Papua Cerdas untuk biaya seragam siswa tersebut, dikabarkan bukan hanya berlaku di SMA Negeri 2 Kaimana saja, tetapi juga berlaku di beberapa sekolah lanjutan atas lainnya di Kota Kaimana.

 

Meski demikian, berkaitan dengan kisruh pemotongan seragam sekolah tersebut, sejumlah orangtua wali siswa pun masih tak sepakat dengan pemotongan tersebut, karena biaya seragam yang terlampau mahal.(KHR-R1)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan
Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.