Klarifikasi Dana BOS, Dinas Siap Panggil Kepala SD Namatota

0

KAIMANA, KT- Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Kaimana, Jance Haurissa, S.Pd, menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Sekolah SD YPK Namatota untuk memberikan klarifikasi dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana BOS yang selama ini dikelola di sekolah tersebut.

Hal itu disampaikan Haurissa, usai menjawab pertanyaan Kabar Triton, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/2/2020).

“Tadi kami sudah rapat internal dan 2 Maret, kami akan panggil kepala sekolahnya,” tegasnya.

Disinggung soal prosedur pencairan dana BOS, kata dia, dirinya hanya memberikan rekomendasi untuk pencarian.

“Jadi kalau laporannya sudah valid, maka dana BOS itu bisa dicairkan. Namun untuk spesifik datanya ada pada staf kami, ketika laporan RAPBS dari sekolah tersebut masuk,” jelasnya.

Dia mengatakan, kepala sekolah harus bekerja sesuai dengan petunjuk teknis tentang penggunaan dana BOS itu.

“Ketika tidak bekerja pada juknisnya, berarti kepala sekolah tersebut tidak transparan dalam pengelolaannya, sehingga timbul laporan dari bawahannya. Dalam RAPBS tahun ini yang sesungguhnya harus melibatkan komite sekolah, dimana di dalamnya ada guru, orangtua murid, sehingga transparansi itu ada,” ujarnya.

Sementara itu secara terpisah, salah seorang staf pengajar di SD YPK Namatota, Syafa Simora,  mengaku, sejak dirinya mulai menjalankan tugas di SD YPK Namatota 2016 hingga saat ini, dirinya tidak pernah tahu menahu tentang penggunaan dana BOS pada sekolahnya.

“Terus terang, saya sendiri tidak tahu, dana BOS itu dipakai untuk apa. Saya sendiri juga tidak dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan, padahal di sekolah kami masih banyak kekurangan, seperti contohnya saja meja dan kursi banyak yang rusak dan tidak ada,” akunya.

Dia juga mengaku, jika Kepala Sekolahnya pun setelah mendapatkan dana BOS, ke kampung hanya membelikan buku tulis dan pena.

“Saya sendiri pernah bertanya tetapi kepala sekolah berkata itu bukan urusan saya. Olehnya sebagai staf hanya bertugas untuk mengajar, akhirnya saya tidak berani bertanya lagi,” pungkasnya.(FOR-R1)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan