Sejak 2024 Sebanyak 1.000 Ton Pala Kaimana Dikirim ke Surabaya
KAIMANA, KT – Sejak tahun dua tahun terakhir, 2024 dan 2025 sudah sebanyak 1.000 ton per tahun, komoditi Pala diekspor keluar Kaimana.
Kepala Dinas Pertanian kabupaten Kaimana Alexander Furay ketika dikonfirmasi Kabar Triton di ruang kerjanya menjelaskan bahwa Berkaitan dengan perkembangan penanaman pala saat ini sangat berkembang
“Jadi, sesuai dengan data terbaru kita, itu progres penanaman pala dari tahun 2014 sejak program sejuta pala, dan itu jadi program rutin sampai sekarang. kita punya luas area pala itu sudah mencapai 13.000 hektar bahkan akan ditambahkan menjadi 14.000 hektar,” jelasnya kepada Kabar Triton diruang kerjanya, kamis (16/04/26).
Kata Alex Furay bahwa sesuai hasil survei pihaknya yakni produksi dua tahun terakhir yakni sejak 2024 hingga tahun 2025 pala yang terkirim ke Sumabaya per tahun sebanyak 1000 ton.
” Artinya, kalau 1000 ton ini berarti kita sudah mampu kirim pala sebanyak 1 juta kilo dan
Ini kalau kita rupiahkan dengan kurs hari ini maka sekitar 40 miliar, Jadi diperkirakan bisa mencapai 60 Miliar jika dihitung dengan bunga pala dan Lainnya” beber Kepala Dinas Pertanian.
Lanjut Furay bahwa pada tahun 2025 kemarin sudah memperluasan lahan dari APBN sekitar 600 hektar ditambah lagi dari APBD sebanyak 200 hektar sehingga perluasan lahan saat ini mencapai 800 hektar.
Katanya bahwa Dinas pertanian Optimis bahwa dengan Perluasan lahan pala yang ada di tambah dengan dukungan Program 1 Miliar Per Kampung mampu mendongkrak Kaimana sebagai Daerah Produksi Pala terbesar secara Nasional.
Menurutnya Untuk sementara Saat ini Kabupaten Kaimana masuk dalam urutan tiga besar Produksi Pala Secara Nasional, namun dengan Konsisten yang ada pihaknya berkeyakinan bahwa target ditahun 2030 produksi Pala Kaimana masuk dalam urutan satu secara Nasional.
Disinggung soal Wilayah produksi Pala terbanyak di Kaimana, kata kepala Dinas Bahwa semntara wilayah produksi Pala terbanyak ada pada Distrik Arguni atas dan Arguni Bawah selain itu juga Wilayah Mairasi
” Bahkan di wilayah Mairasi ada kampung yang produksi palanya secara akumulatif sangat tinggi yakni seperti di kampung Lobo dan Jairati,” pungkasnya.(JRTC-R1)

