Komunitas Ojek di Kaimana, Segera Tertibkan Ojek Liar

0

Barang bukti sepeda motor yang digunakan oleh tukang ojek yang diduga liar saat laka lantas di depan SMA Negeri 2 Kaimana. (FOTO:ISTIMEWA)


KAIMANA, KT- Satu laka lantas terjadi di depan SMA Negeri 2, pada Minggu (8/3/2020), menyebabkan penumpang dan pengemudi terlempar, saat gerimis membasahi Kaimana pada pukul 20.15 WIT.

Hal itu menyusul adanya pengemudi ojek gelap yang melakukan aktivitasnya, pada malam hari menggunakan helm ojek milik orang lain.

Lucky Muray, salah seorang keluarga korban dalam keterangannya kepada Kabar Triton, Senin (9/3/2020) mendesak agar komunitas ojek di Kaimana, harus segera melakukan penertiban terhadap para pengemudi ojek liar di Kota Kaimana.

“Terus terang, yang kejadian itu adalah keluarga saya sendiri. Setelah saya melakukan cross check, ternyata ojek tersebut menggunakan helm orang lain. Untung tidak terjadi apa-apa, kalau terjadi apa-apa, maka saya akan menuntut komunitas ojek tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Dia mengaku, ojek yang memuat keluarganya, melaju cukup kecang dari arah Jembatan Air Tiba menuju Kampung Baru. Setelah di depan SMA Negeri 2, dia menabrak salah satu ojek yang saat itu sedang menurunkan penumpangnya.

“Terus terang, istri dan 2 anak saya terlempar keluar badan jalan. Namun, puji Tuhan, tidak terjadi apa-apa. Bahkan, penumpang yang diturunkan dari ojek lainnya itu pun kena serempet. Untuk itu, saya meminta dengan tegas kepada pimpinan komunitas ojek di Kaimana untuk segera menertibkan tukang ojek yang namanya tidak terdaftar dan bagi tukang ojek, dilarang keras memberikan helmnya sebagai identitas ke orang lain,” tegasnya.

Dikatakan, jika mereka yang terdaftar, ketika ada kejadian baik laka maupun kejadian lain, pasti ketua dan para anggota komunitas ojek bisa bertanggungjawab dan langsung ke TKP atau sekedar bertanggungjawab ke Satlantas Polres Kaimana untuk mendampingi anggota ojeknya.

“Tapi kalau kejadian seperti malam itu, mereka tidak terdaftar sehingga komunitasnya tidak mendampingi. Ini ojek liar. Kalau terjadi apa-apa, tentunya mencoreng nama komunitas ojek yang bersangkutan,” ujarnya.

Dia mengatakan, hal ini mestinya diperhatikan secara baik oleh pengurus komunitas ojek yang ada di Kaimana.

“Jangan hanya mengurus dana daftarnya dan iurannya saja, lalu mengesampingkan keselamatan dan tanggungjawab seperti ini. Saya berharap, semua pengurus komunitas ojek di Kaimana untuk segera memberantas adanya ojek liar di Kaimana. Semoga hal ini sebagai pembelajaran kita bersama dan masukan bagi pengurus ojek, sehingga mengelola ojek semakin baik di Kota Kaimana sebagai salah satu moda transportasi untuk membantu masyarakat di wilayah ini,” pungkasnya.(ANI-R1)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan