Disperindagkop Gelar Bimtek Pelaku Usaha Khusus OAP
KAIMANA, KT– Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PERINDAGKOP & UKM), Rabu (10/12/25) menggelar sosialisasi, bimtek, dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah orang asli Papua (OAP)
Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Graha St. Martinus Kaimana ini, dibuka secara resmi oleh Bupati Kaimana yang diwakili oleh Asisten ll Setada Dedy Djunaidi Ombair.
Dalam sambutannya, Dedy menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama kita dalam mendukung pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Hal ini mempermudah kita dalam menghubungkan kebutuhan pemerintah dengan penyedia barang berkualitas yang lebih cepat, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel dengan memanfaatkan aplikasi teknologi”ujarnya.
Dikatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah saat ini tengah mengalami transformasi besar yang mana sudah menjadi wujud nyata dalam pengadaannya secara elektronik.
Salah satunya adalah Sistem informasi Kinerja Penyedia(SIKaP) yang berfungsi sebagai basis data terintegrasi yang menyimpan rekam jejak dan profil kinerja para penyedia jasa dan barang.
“Melalui aplikasi SIKaP penyedia yang memiliki catatan baik, akan lebih mudah mendapatkan peluang, sementara yang sering atau pernah melakukan wanprestasi dapat diidentifikasi lebih dini,” terang Dedy.
Tambahnya, ini adalah salah satu upaya untuk membangun ekosistem pengadaan yang lebih sehat. Dengan aplikasi ini, para pelaku usaha orang asli Papua diharapkan akan menjadi pilihan utama.
“Hal ini sudah tentu yang menjadi sasaran bagi pemenuhan visi-visi daerah, yaitu untuk memperkuat dan meningkatkan peran serta pelaku usaha OAP di Kaimana,” tegasnya.
Sementara itu, pelaksanaan belanja pengadaan barang dan jasa Pemda Kaimana, berdasarkan data LKPP Bigbox di tahun 2024 realisasinya sebesar 364.632.504.923 Milyar, sedangkan pelaksanaan pengadaan barang jasa bagi pelaku usaha orang asli Papua, melalui metode pembelian tender terbatas dan pengadaan langsung adalah sebesar 193.980.676.979 Milyar atau mencapai 53,2% dari total nilai pelaksanaannya.
Dedy Djunaidi berharap semoga angka ini bisa terus meningkat dan pelaku usaha orang asli Papua betul-betul bisa menjadi pimpinan atau direktur peda setiap usaha yang dikelola.
“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk saling bertukar pengalaman, berbagi solusi dan memperkuat kinerja sama antara perangkat daerah dan pelaku usaha OAP demi pengadaan yang lebih baik dan lebih transparan. Saya mengajak kita semua untuk menyimak materi dengan cermat, berdiskusi dengan aktif, dan memanfaatkan forum ini untuk menggali pengetahuan lebih mendalam tentang penggunaan aplikasi SIKaP orang asli Papua ini,” tutupnya.(KHR-R1)

