85 Mahasiswa Asal Kaimana Dilepas Kuliah ke Pulau Jawa, Assisten ll Berpesan Kembali Bangun Daerah
KAIMANA, KT- Sebanyak 85 calon mahasiswa asal Kabupaten Kaimana, Papua Barat, dilepas untuk melanjutkan pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa pada gedung pertemuan kroy kaimana, Jumat (28/8/2026).
Mereka merupakan penerima beasiswa Kementerian Agama melalui masing-masing perguruan tinggi dengan dua skema, yakni afirmasi bagi wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Program pengiriman mahasiswa asal Kaimana tersebut telah berjalan selama enam tahun. Kehadiran program ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Kaimana.
Sekretaris Program Pengiriman Mahasiswa dari MUI Kaimana, M. Nurul Huda, mengatakan 85 mahasiswa tersebut akan menempuh pendidikan di empat perguruan tinggi.
“Untuk UIN Salatiga ada 20 mahasiswa, UIN Pekalongan lima mahasiswa, UIN Kudus 10 mahasiswa, dan 50 mahasiswa di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga,” kata Nurul Huda.
Ia menjelaskan, seluruh mahasiswa tersebut akan diberangkatkan dari Kaimana menggunakan KM Labobar pada Jumat malam.
Pelepasan mahasiswa turut dihadiri Pemerintah Kabupaten Kaimana. Mewakili Wakil Bupati Kaimana, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kaimana, Dedy Junaedi Ombaier, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar daerah.
Dedy berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin dengan belajar sungguh-sungguh, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Keberangkatan saudara-saudari bukan hanya sebuah perjalanan meninggalkan tanah kelahiran, tetapi merupakan langkah penting untuk menjemput masa depan dan mewujudkan cita-cita,” pesan Dedy.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa untuk menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan Kabupaten Kaimana selama berada di daerah orang.
Menurutnya, sebagai putra-putri Kaimana, para mahasiswa harus mampu menunjukkan bahwa anak-anak daerah juga dapat bersaing, berprestasi, serta memiliki karakter dan integritas yang baik.
Dedy berharap para mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kepedulian sosial, serta karakter selama menempuh pendidikan.
“Kaimana tidak hanya membutuhkan orang-orang yang berilmu, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki karakter, integritas, kepedulian dan semangat untuk membangun daerah,” ujarnya.
Karena itu, Dedy berharap setelah menyelesaikan pendidikan, para mahasiswa dapat kembali ke Kaimana dengan membawa ilmu, pengalaman, keterampilan, dan gelar akademik untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Kepada para orang tua, Dedy menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pengorbanan yang telah diberikan kepada anak-anak mereka. Ia meminta para orang tua terus memberikan dukungan dan doa selama anak-anak menjalani pendidikan jauh dari keluarga.
“Berangkatlah membawa doa, pulanglah membawa gelar dan ilmu untuk Kaimana,” pungkasnya.(KHR-R1)

