Putra Asli Kaimana Bagikan Pengalaman Masuk TNI AL, Tegaskan Tak Ada Biaya Calo
KAIMANA, KT– Serda NAV Dimas Agung Maulana, putra asli Kabupaten Kaimana, membagikan pengalaman perjalanannya menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Ia menegaskan, proses penerimaan prajurit TNI AL tidak dipungut biaya dan tidak membutuhkan jasa calo.
Hal tersebut disampaikan Dimas saat diwawancarai Kabar Triton di Mako Lanal Kaimana, Kamis (10/9/2026).
Dimas mengungkapkan, dirinya mengikuti proses seleksi penerimaan TNI pada 2021. Setelah dinyatakan lulus, ia menjalani pendidikan mulai Maret hingga akhir November 2021.
“Masuk tentara tahun 2021, bulan Maret dan kami melaksanakan pendidikan sampai dengan akhir November. Kemudian kami berdinas di Sorong selama enam bulan,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan penugasan di Sorong, Dimas kemudian dipindahkan ke Kabupaten Kaimana pada pertengahan 2022. Hingga kini, ia masih berdinas di daerah asalnya tersebut.
Sebagai putra asli Kaimana, Dimas juga mengenyam pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Kabupaten Kaimana.
Ia sempat bersekolah di SD Negeri 1 Kaimana, kemudian SD Yapis Kaimana, dan terakhir SD Matoa Kampung Baru. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di MTs Simora dan SMA Negeri 2 Kaimana.
Berbekal pengalaman tersebut, Dimas mengajak generasi muda Kaimana untuk tidak minder dalam mengejar cita-cita, termasuk jika memiliki keinginan menjadi prajurit TNI.
“Pesan saya satu, tetap semangat, percaya diri. Semua orang bisa dengan kemampuannya masing-masing. Jangan pernah putus asa, jangan pernah merasa saya tidak bisa,” pesannya.
Dimas juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi berbagai kebiasaan yang dapat menghambat masa depan.
Menurutnya, keberhasilan membutuhkan kemauan untuk terus mencoba, mempersiapkan diri dan berdoa. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kebiasaan mengonsumsi minuman keras di kalangan anak muda.
“Kalau kalian mau sukses, jauhkan itu dulu. Jauhkan, kemudian latih diri kalian,” tegasnya.
Dimas juga menegaskan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda Kaimana, tidak perlu takut mengikuti proses seleksi TNI AL karena terbebani biaya.
Berdasarkan pengalaman yang dijalaninya, sejak mengikuti tes hingga menyelesaikan pendidikan, dirinya tidak pernah dimintai biaya untuk kelulusan.
“Masuk Angkatan Laut sama sekali tidak dibebani biaya. Kami mulai dari awal tes sampai dengan akhir, tidak pernah dibebani biaya sama sekali,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, biaya yang perlu dipersiapkan calon peserta merupakan kebutuhan pribadi selama mengikuti tahapan seleksi, seperti makan, tempat tinggal atau kos, transportasi, serta pengurusan dan penggandaan dokumen.
“Yang perlu kita siapkan dalam biaya adalah biaya makan, biaya kos, transportasi, administrasi, berkas-berkas kita untuk fotokopi dan lain-lain,” jelasnya.
Sementara itu, apabila ada pihak yang meminta sejumlah uang dengan alasan dapat membantu meluluskan calon peserta sebagai prajurit TNI AL, Dimas mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya.
“Kalau untuk permintaan biaya calo, Angkatan Laut tidak ada,” tegasnya.
Ia berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda Kaimana untuk berani mencoba dan mempersiapkan diri dengan baik apabila ingin mengikuti seleksi TNI AL.
Dimas menekankan, calon peserta tidak perlu mengandalkan orang lain untuk mendapatkan kelulusan, melainkan harus percaya pada kemampuan diri sendiri, mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan, serta tetap berdoa.
“Jangan pernah putus asa. Tetap coba, coba dan terus berdoa,” pungkasnya.(KHR-R1)

