...

Krisis Air Bersih, Warga Trikora Apresiasi Gerak Cepat Prajurit Lanal Kaimana

0
IMG-20260914-WA0015

 

KAIMANA, KT – Warga RT 4 Kampung Trikora, Kabupaten Kaimana, mengapresiasi respons cepat Komandan Lanal Kaimana Mayor Laut (P) Efraim Pongsendana bersama prajurit Lanal Kaimana dalam membantu mengatasi kesulitan air bersih yang dialami masyarakat akibat kekeringan.

 

Apresiasi tersebut disampaikan Max Furay yang mengaku mewakili warga RT 4 Kampung Trikora. Ia menyampaikan terima kasih kepada Danlanal Kaimana dan para prajurit Lanal yang telah merespons keluhan warga dengan menyalurkan bantuan air bersih.

 

“Kami secara pribadi dan mewakili warga RT 4 Kampung Trikora mengucapkan terima kasih kepada Komandan Lanal Kaimana Mayor Laut (P) Efraim Pongsendana bersama prajuritnya yang telah merespons aduan kami terkait kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Max Furay kepada awak media saat memantau kegiatan pengisian air bersih menggunakan truk tangki Lanal Kaimana di RT 4, Jalan Belakang Bandara, Senin (14/9/2026).

 

Menurut Max Furay, bantuan air bersih dari Lanal Kaimana sangat berarti bagi warga yang tengah menghadapi keterbatasan air akibat kondisi kekeringan.

 

Ia berharap langkah cepat yang dilakukan Lanal Kaimana juga dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kaimana, sehingga persoalan air bersih yang dialami masyarakat dapat segera ditangani.

 

“Kami berharap ada perhatian serius juga dari Pemkab Kaimana sehingga warga masyarakat yang hari ini kesulitan air bersih bisa diatasi dan direspons cepat seperti Lanal Kaimana,” katanya.

 

Max Furay menjelaskan, kondisi kekeringan menyebabkan sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga mulai mengering. Sumur dan kolam yang biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi dan mencuci, kini tidak lagi memiliki persediaan air yang cukup.

 

Dalam kondisi tersebut, warga terpaksa mengandalkan air hujan untuk memenuhi sebagian kebutuhan sehari-hari, termasuk memasak dan menyediakan air minum.

 

“Jujur saja, sumur bahkan kolam yang biasanya terisi air untuk kebutuhan mandi sehari-hari itu saja sudah kering. Kami di sekitar sini berharap dari air hujan untuk kami konsumsi, memasak makanan dan minuman,” ungkapnya.

 

Selain mengandalkan air hujan, warga juga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani masyarakat karena kebutuhan air harus dipenuhi dengan membeli menggunakan wadah seperti profil, ember, maupun jerigen.

 

Max Furay menambahkan, hingga saat ini lingkungan RT 4 belum memiliki jaringan pipa air bersih yang dapat mengalirkan air dari Kali Turabe maupun sumber air di kawasan Batu Putih dan Kilometer 20, yang sebelumnya dikenal sebagai Kilometer 14.

 

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Kaimana dapat memberikan perhatian dengan membangun jaringan perpipaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

“Kalau bisa pipa air bersih dapat dikerjakan agar kami juga bisa merasakan air bersih,” harapnya.(KHR-R1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan
Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.