SSB Rajawali Muda Kaimana Buka Jalan Bibit Muda Lewat Turnamen U-8 dan U-9
KAIMANA, KT- Sekolah Sepak Bola (SSB) Rajawali Muda Kabupaten Kaimana membuka ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sepak bola sejak usia dini melalui turnamen kelompok usia 8-9 tahun yang digelar di Stadion Triton Kaimana, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SSB Rajawali Muda dalam menggairahkan minat anak-anak terhadap sepak bola sekaligus memberikan pengalaman bertanding sebagai bekal pembinaan pemain muda di Kabupaten Kaimana.
Ketua SSB Rajawali Muda Kaimana, Riky Eramuri, mengatakan turnamen tersebut secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak usia 8-9 tahun sebagai wadah untuk mendorong mereka lebih fokus mengembangkan potensi di dunia sepak bola.
“Ya, ini murni untuk adik-adik yang usia 8-9 tahun. Ini untuk menggairahkan mereka untuk fokus di dunia sepak bola,” kata Riky saat membuka turnamen di Stadion Triton Kaimana.
Riky menjelaskan, SSB Rajawali Muda tidak hanya berfokus pada kegiatan latihan, tetapi juga mulai berinisiatif menyelenggarakan turnamen berdasarkan kelompok usia. Menurutnya, kompetisi penting untuk memberikan pengalaman bermain dan membantu pemain muda mengembangkan kemampuan mereka.
“Jadi kita selain melatih dan punya sekolah sepak bola, tapi jarang dibuat event atau tidak pernah dibuat event. Sehingga SSB sendiri berinisiatif untuk membuat event tersebut,” ujarnya.
Turnamen U-8/U-9 ini diikuti lima tim, yaitu Lapindo FC, Bintang Timur Pasir Lombo, SD Negeri Matoa, serta dua tim dari SSB Rajawali Muda Kaimana.
Pertandingan menggunakan sistem kompetisi penuh, dengan setiap tim saling berhadapan sebanyak dua kali. Sistem tersebut memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk bertanding dan mengasah kemampuan melalui pengalaman kompetisi.
“Event turnamen saat ini diikuti oleh lima tim. Sehingga pertandingannya kita buat dalam sistem kompetisi penuh, di mana setiap tim saling melawan dua kali. Jadi semua saling bertemu,” jelas Riky.
Dalam turnamen tersebut, panitia menyiapkan penghargaan bagi tiga tim terbaik, yakni juara pertama, kedua, dan ketiga. Masing-masing peringkat akan mendapatkan trofi sebagai bentuk apresiasi atas hasil pertandingan.
Selain penghargaan untuk tim, panitia juga menyediakan penghargaan individu berupa pemain terbaik, pencetak gol terbanyak (top scorer), dan kiper terbaik.
“Yang peringkat satu secara otomatis dia yang juara, dan selanjutnya diikuti peringkat dua dan tiga. Kita ambil sampai peringkat tiga saja. Terus ada pemain terbaik, ada top scorer dan kiper terbaik. Untuk juara satu sampai tiga akan dikasih trofi,” kata Riky.
Karena hanya diikuti lima tim, rangkaian pertandingan ditargetkan selesai dalam satu hari. Pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan sore, sehingga seluruh pertandingan diharapkan rampung pada Sabtu (19/9/2026).
Riky berharap Pemerintah Kabupaten Kaimana memberikan perhatian terhadap pembinaan sepak bola generasi muda. Ia menilai, penyediaan wadah olahraga dapat membantu anak-anak mengembangkan minat dan bakat sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan positif.
“Harapan saya, pemerintah lebih melihat generasi sepak bola, terutama anak-anak muda yang sebenarnya barang ini juga untuk menghindarkan mereka dari pergaulan-pergaulan yang kita tidak inginkan. Jadi ada wadah untuk mereka, bangun kualitas mereka. Mungkin mereka punya hobi di situ, kita bangunkan mereka punya itu,” tuturnya.
Sebagai langkah lanjutan, SSB Rajawali Muda Kaimana berencana menyelenggarakan kegiatan kompetisi untuk kelompok usia lainnya. Setelah turnamen U-8/U-9, program akan dikembangkan untuk kelompok usia 8-10 tahun dan 11-13 tahun.
SSB Rajawali Muda juga merencanakan pengembangan liga junior kelompok usia 14-15 tahun dengan jadwal pertandingan pada akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Melalui kompetisi yang diselenggarakan secara bertahap, SSB Rajawali Muda Kaimana berupaya membangun wadah pembinaan sepak bola yang dapat memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding sejak usia dini.(KHR-RI)


