Terkendala Kenaikan Harga BBM, 2 Perintis Belum Dioperasikan
KAIMANA, KT- Dinas Perhubungan Kabupaten Kaimana, memastikan belum bisa mengoperasikan dua unit kapal perintis untuk melayani rute ke distrik-distrik dan kampung-kampung.
Belum dioperasikannya dua unit kapal perintis tersebut, menyusul adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) khusus dexlite non subsidi yang hingga saat ini mencapai Rp. 26.500 per liter.
“Kita belum bisa operasikan, karena harga minyak (BBM,red) yang terlampau tinggi. Padahal sebelumnya, kita tetapkan hanya 16.500 rupiah per liter. Tapi sekarang sudah naik hingga mencapai 26.500 rupiah per liter. Nah, kalau kita mau paksakan tentu operasionalnya tidak seperti itu lagi, sehingga kami masih menunggu perubahan anggarannya,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Kaimana, Daniel Irto Bato, kepada wartawan, Selasa (9/6/26).
Dia mengaku, jika dua unit kapal perintis tersebut, seharusnya sudah bisa dioperasikan untuk melayani rute yang telah ditentukan.
“Kalau untuk operasi, seharusnya sudah bisa dilaksanakan saat ini, karena anggarannya ada. Namun terkendala dengan kenaikan harga BBM tersebut, maka kita terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan semua pihak, Bappeda, Inspektorat, BPKAD dan juga tentunya DPRK, agar bisa tambah anggaran, sehingga dua unit kapal perintis ini bisa dioperasikan,” ujarnya.
Disinggung soal rute kapal tersebut, kata dia, dua kapal tersebut akan tetap melayani distrik-distrik dan kampung-kampung yang selama ini berjalan.
“Ada rute ke Lobo, lalu ke Teluk Etna yakni Avona, Kayu Merah hingga ke Kiruru, lalu di Distrik Buruway, yakni Adijaya, Kambala dan Buruway dalam. Begitu juga untuk rute Arguni Bawah dan Arguni Atas,” jelasnya.
Dia berharap agar, dengan hasil koordinasi tersebut, dua unit kapal perintis ini bisa beroperasi untuk melayani angkut orang dan barang dari kampung-kampung dan distrik-distrik ke Kota Kaimana,” harapnya.(ARI-R1)

