SAMISAKA, Pala Harus Beli di Kota? Edy Kirihio : Ini Gila!
KAIMANA, KT- Pemerhati masalah sosial kemasyarakatan Kabupaten Kaimana, Edy Kirihio, dalam keterangannya meminta dengan tegas kepada tim pemenangan HAI untuk tidak mengambil keuntungan dari program mulia Bupati dan Wakil Bupati Kaimana, yakni Program satu miliar satu kampung (SAMISAKA).
Hal itu disampaikan Kirihio, dalam pernyataan sikapnya, pada Jumat (12/6/26), di kediamannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Kirihio, menyusul adanya praktek-praktek yang tidak masuk di akal sehat dari program SAMISAKA untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya di 84 kampung di wilayah Kabupaten Kaimana.
Dia menegaskan, setiap Tim Pemenangan seharusnya mendukung setiap program yang sedang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati, bukannya mencari keuntungan di dalam setiap program tersebut.
“Ini kan gila namanya. Kita harus paham benar bahwa Program SAMISAKA ini adalah program pemberdayaan bagi masyarakat. Kita berdayakan mereka, bukan kita ‘perdayakan’ mereka untuk kepentingan kita sendiri!” tegasnya.
Dalam keterangannya, dia mengingatkan kepada semua pihak untuk waspada terhadap mereka yang tidak ingin agar program ini berjalan baik di masyarakat.
“Kalau itu terjadi, maka jangan sampai pemerintahan ini lebih hancur lagi dari rezim sebelumnya! Program 1 miliar itu harus lebih dirasakan oleh masyarakat kampung, ada perputaran ekonomi di masyarakat. Kita tidak boleh menjadi pelaku, yang mematikan ekonomi masyarakat,” tegasnya berulang-ulang.
Dikatakan, bagaimana bisa pengembangan pala, untuk pembibitannya harus dibeli di Kota?
“Kalau saya menilai dengan logika akal sehat, nalar orang waras, yang tidak gila, bagaimana sumber pala itu ada di kampung, tapi pembibitannya harus ambil di Kota? Ini aneh bin ajaib. Ini tidak masuk dalam logika akal sehat. Untuk itu, saya minta Bupati harus segera memperhatikan hal ini, agar jangan menyusahkan masyarakat. Kalau pala saja harus beli di Kota, maka berapa kebutuhan biaya transportasi pulang perginya? Kita sedang dengan sengaja mencederai tujuan awal yang mulia ini, yakni mengembangkan pertumbuhan ekonomi di kampung,” ujarnya dengan nada menyesal.
Dia mengatakan, program ini adalah program yang sangat mulia, dimana Bupati dan Wakil Bupati sudah sangat benar memilih program ini.
Untuk itu, lanjut dia, hentikan pengadaan pembibitan pala, pisang dan kelapa di Kota, dan harus dikembalikan ke kampung, baik itu perorangan maupun kelompok.
“Jangan bikin susah lagi rakyat, yang keadaan ekonomi Indonesia saat ini sedang anjlok, ada pemotongan anggaran untuk MBG dan Koperasi Merajh Putih. Kita harusnya ingat itu, sehingga Bupati dan Wakil Bupati dapat melaksanakan tugas-tugas kewenangan ini dengan baik,” pungkasnya.(ARI-R1)

