...

Timika Butuh 60 Ton Pisang per Bulan, Petani Pisang Kaimana Kewalahan

0
Timika Butuh 60 Ton Pisang per Bulan, Petani Pisang Kaimana Kewalahan

KAIMANA, KT- Kebutuhan pisang di Timika saat ini berkisar antara 59 sampai 60 ton per bulannya. Banyaknya kebutuhan pisang tersebut menyebabkan petani pisang Kaimana kewalahan untuk menyediakan jumlah tersebut.

 

Salah seorang distributor Pisang Kaimana, Anton Namsau yang berhasil dikonfirmasi belum lama ini menjelaskan, setiap bulannya, pihaknya mengirimkan pisang ke Timika dua kali dalam sebulan.

 

“Untuk distributor Kaimana saat ini sebanyak 5 distributor. Setiap distributor sekali kirim hanya sebanyak 6 ton saja, sehingga kita mengirimnya dua kali dalam sebulan sekitar 12 ton untuk satu distributor,” jelasnya.

 

Dikatakan, jika ditotalkan seluruhnya maka sebanyak 5 distributor dengan setiap bulannya mengirim 12 ton, maka total seluruhnya adalah sebanyak 60 ton saja.

 

“Tetapi kalau kita melihat pada permintaan pasar di Timika, jumlah itu masih kurang, karena kebutuhan pisang di pasaran Timika lebih dari total yang kita siapkan itu. Kita bisa siapkan lebih, namun terkendala pada armada transportasi angkut dari Kaimana ke Timika,” ujarnya.

 

Dikatakan, selama ini transportasi yang melayani Kaimana ke Timika hanya dua kapal Tol Laut, yakni Sabuk Nusantara 75 dan 79.

 

“Terus terang, Kaimana ini pelabuhan terakhir menuju Timika, sementara kapal itu sudah muat barang-barang kebutuhan lainnya untuk Timika sudah dari Sorong, Seram dan Fakfak. Jadi ketika masuk Pelabuhan Kaimana, kapal sudah full muatan, sehingga terbatas pemuatannya. Kalau ada perintis lokal yang disediakan oleh pemerintah, maka tentu pisang bukan hanya 60 ton saja, tetapi mungkin lebih dari itu,” tegasnya.

 

Meski demikian, dia juga mengaku, jika kebutuhan Timika yang rutin setiap bulannya di atas 60 ton, maka bisa dipastikan petani kita belum mampu menyediakan pisang sebanyak itu.

 

“Jadi terus terang, kita tidak mungkin mampu memproduksi pisang sebanyak itu. Bukan hanya jumlah saja, tetapi juga masuk ke kualitasnya juga. Karena selama ini, pisang kita masih ada yang kurang berkualitas. Ini butuh sentuhan lebih dari Pemerintah Daerah,” sebutnya.

 

Dia berharap, Pemerintah Daerah pun bisa bekerjasama dengan ASDP agar bisa menyediakan kapal Ferry untuk bisa memuat pisang Kaimana untuk memenuhi kebutuhan pasar di Timika.

 

Sementara itu, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kaimana, Fatamsya Furu dalam keterangannya mendukung penuh usulan yang disampaikan oleh para distributor pisang Kaimana.

 

“Pada prinsipnya kita di DPRK tetap mendukung, jika hal itu berkaitan dengan peningkatan produktifitas masyarakat, khususnya petani pisang di Kaimana. Kalau menurut saya, program Samisaka ini adalah jawabannya, sehingga kampung-kampung yang bisa dikembangkan pisang dapat menggunakan program Samisaka dalam memenuhi kebutuhan pisang di Timika,” ujar anggota DPRK Kaimana ini.

 

Fatamsya juga menambahkan, ke depannya juga instansi teknis terkait pun bisa segera menyiapkan draft Perda terkait dengan Pisang, sehingga ada retribusi yang bisa disediakan pemerintah untuk menambah pendapatan asli daerah melalui sektor ini.

 

Dia pun mendukung penuh, agar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bisa mengusulkan program dan kegiatan yang erat kaitannya dengan peningkatan kualitas produksi pisang Kaimana ke depan.(ARI-R1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan
Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.