Di Kaimana, Tambah Lagi 5 Orang dari Avona, Rapid Test Reaktif

0

KAIMANA, KT- Sebanyak 5 orang pelaku perjalanan dari Nabire menuju ke Avona, akhirnya diketahui reaktif setelah dilakukan uji rapid oleh tim pencegahan Satgas Covid 19.

Juru Bicara Satgas Covid 19 Kabupaten Kaimana, dr. Alberth Kapitarau, Sp.B dalam keterangan persnya membenarkan hal itu.

“Untuk saat ini jumlah seluruhnya sebanyak 19 orang, setelah sebelumnya 14 orang dan sekarang ditambah 5 orang tanpa gangguan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan rapid tesnya positif dari Avona,” tegasnya.

Dia mengaku, saat ini seluruhnya sedang dikarantina terpusat di Balai Pertanian Krooy Kaimana.

Disinggung soal kapan akan dilakukan swab terhadap 19 orang yang dikarantina tersebut, kata dia, untuk pelaksanaan swabnya masih menunggu instruksi dari koordinator penanganan dalam hal ini dr. Joulanda, setelah berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Kaimana.

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya, sebanyak 45 mahasiswa asal Kaimana, saat ini sudah berada di Kampung Wetuf Distrik Teluk Arguni Atas.

Ke 45 mahasiswa itu, tiba di Kaimana setelah menempuh perjalanan darat dari Manokwari, tempat mereka menuntut ilmu.

Informasi yang diperoleh wartawan, ke 45 mahasiswa ini, telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Papua Barat, sehingga dapat melewati beberapa kabupaten di Papua Barat, diantaranya Manokwari Selatan dan Teluk Bintuni yang saat ini merupakan zona merah.

Sementara itu, data dari Satgas Covid 19 Provinsi Papua Barat menyebutkan, saat ini Kabupaten Fakfak sudah terlaporkan 1 warganya terpapar covid 19 setelah hasil swabnya dinyatakan positif oleh Satgas Covid 19 Papua Barat.

Olehnya, sudah sebanyak 7 Kabupaten/Kota di Papua Barat yang sudah termasuk zona merah, yakni Kota Sorong 17 positif, Kabupaten Sorong 12, Teluk Bintuni 19, Raja Ampat 14, Manokwari 6, Manokwari Selatan 1 dan Kabupaten Fakfak 1 positif.(ANI-R1)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan