...

Festival Pala Perdana Siap Digelar di Kaimana, DKPP Dorong Pala Jadi Ikon Ekonomi dan Wisata Daerah

0
IMG-20260717-WA0072

 

KAIMANA, KT– Kabupaten Kaimana bersiap mencatat sejarah baru dengan menggelar Festival Pala 2026, festival perdana yang secara khusus mengangkat pala sebagai komoditas unggulan daerah. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kaimana berharap pala tidak hanya dikenal sebagai hasil perkebunan, tetapi juga menjadi ikon ekonomi kreatif, budaya, dan pariwisata.

 

Festival yang akan digelar pada Juli 2026 itu merupakan inisiatif Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kaimana sebagai upaya memperkenalkan sekaligus mempromosikan potensi pala kepada masyarakat luas, termasuk investor dan pelaku usaha.

 

Kepala DKPP Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mengatakan Festival Pala menjadi agenda strategis untuk memperkuat identitas Kaimana sebagai salah satu daerah penghasil pala di Indonesia.

 

“Pada Juli 2026 kami akan melaksanakan kegiatan khusus, yaitu Festival Pala. Ini menjadi festival perdana yang kami harapkan dapat menjadi agenda tahunan Kabupaten Kaimana,” ujar Alexander saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).

 

Menurutnya, pala memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat. Bahkan, dari sisi luas areal perkebunan, wilayah Papua termasuk dalam tiga besar daerah penghasil pala di Indonesia, sehingga potensi tersebut perlu terus dikembangkan.

 

“Potensi pala kita sangat besar. Karena itu perlu dipromosikan agar memberikan nilai tambah bagi petani dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

 

Alexander menjelaskan, Festival Pala tahun ini masih dilaksanakan pada tingkat kabupaten. Namun, ke depan kegiatan tersebut ditargetkan berkembang menjadi agenda berskala provinsi bahkan nasional.

 

“Kami berharap Festival Pala dapat terus berkembang. Bukan hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Kaimana, tetapi juga menjadi event yang dikenal di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.

 

Festival tersebut akan diramaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari lomba kreasi menu berbahan dasar pala, pemberian penghargaan kepada distrik dengan areal tanam dan produksi pala terbaik, peluncuran buku, hingga talkshow yang menghadirkan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan komoditas pala.

 

Tak hanya itu, masyarakat juga didorong menampilkan kreativitas melalui produk turunan pala, seperti makanan, minuman, kerajinan tangan, aksesori, hingga busana bertema pala yang akan menjadi bagian dari penilaian selama festival berlangsung.

 

“Kami ingin masyarakat ikut berpartisipasi. Tidak hanya petani, tetapi juga pelaku UMKM, perajin, dan generasi muda agar mampu menciptakan berbagai inovasi berbasis pala yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

 

Alexander berharap Festival Pala menjadi momentum untuk meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap komoditas lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk olahan pala asal Kaimana.

 

“Melalui festival ini kami ingin menunjukkan bahwa pala bukan sekadar hasil perkebunan, tetapi aset daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mampu menjadi penggerak pembangunan serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(KHR-R1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan
Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.