Lima Titik Api di Wermura Terdeteksi, Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal
KAIMANA, KT- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Wermura, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, sejak Sabtu (22/8/2026) sore. Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan oleh orang tak dikenal.
Pantauan Kabar Triton di lokasi, Senin (24/8/2026) pukul 13.15 WIT, api masih terlihat membakar sejumlah kawasan hutan dan lahan. Kobaran api menghanguskan rerumputan, pohon berukuran sedang hingga tanaman milik masyarakat seperti pisang dan pala.
Bahkan, api dilaporkan menjalar hingga badan jalan raya di kawasan Wermura.
Kondisi cuaca yang panas dan kering, ditambah tiupan angin, membuat api dengan cepat merambat ke sejumlah titik yang berada tidak jauh dari sumber awal kebakaran.
Salah seorang warga, Ando, mengaku sempat melihat seseorang yang diduga membakar lahan sebelum api kemudian menyebar.
“Saya sempat lihat orangnya. Dia bakar, tidak lama langsung api menyebar ke lokasi lain yang tidak jauh dari sumber api. Api sampai mendekati pondok (rumah kebun) saya. Untung ada air sedikit di drum, saya pakai buat siram,” jelas Ando kepada Kabar Triton di Wermura, Senin (24/8/2026).
Pasca kebakaran, Ando segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Laporan itu langsung mendapat respons dari petugas pemadam kebakaran, personel Polres Kaimana serta personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (TP) 864/Nane Nambae.
Petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api semakin meluas dan mendekati permukiman maupun fasilitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kaimana, Hans Janes Litaay, bersama staf turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang terdampak Karhutla di kawasan Wermura, Senin (24/8/2026).
Dari hasil pemantauan BPBD, sedikitnya terdapat lima titik api yang terdeteksi di kawasan tersebut.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini di lapangan sekaligus memantau perkembangan titik api agar tidak meluas ke kawasan permukiman maupun wilayah lainnya.
BPBD Kaimana juga berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan dan pencegahan penyebaran api. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Hans Janes Litaay mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
“Kondisi cuaca panas dan kering, ditambah angin kencang, dapat menyebabkan api lebih cepat menyebar. Karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan aktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan,” tegas Hans Janes Litaay.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan, lahan maupun sampah secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas.
Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat kepulan asap atau menemukan titik api di sekitar tempat tinggal maupun kawasan hutan.
“BPBD Kaimana mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan berperan aktif mencegah Karhutla. Penanganan sejak dini diharapkan dapat mencegah api meluas dan mengurangi risiko kerugian akibat kebakaran,” pesannya.
Pantauan di lapangan juga menunjukkan sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar bersama personel kepolisian dan TNI dari Batalyon TP 864/Nane Nambae.
Namun, di beberapa lokasi masih terlihat kepulan asap dan kobaran api. Upaya pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan oleh Damkar bersama pihak terkait.
Hingga Senin sore, petugas masih melakukan pemantauan dan pemadaman untuk memastikan api tidak kembali membesar serta mencegah Karhutla meluas ke kawasan lainnya.(KHR-R1)

