BLUD UPTD Kaimana Salurkan TJSL untuk Mairasi, Dorong Pelestarian Kawasan Konservasi
KAIMANA, KT – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi Kaimana menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada masyarakat Mairasi.
Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Kantor BLUD UPTD Kaimana, Rabu (2/9/2026), dan diterima oleh sejumlah perwakilan masyarakat Mairasi.
Kepala BLUD UPTD Kaimana, Eli Auwe, mengatakan penyaluran TJSL merupakan bentuk tanggung jawab BLUD kepada masyarakat yang berada di dalam maupun beririsan dengan kawasan konservasi.
Menurut Eli, program tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Papua Barat Nomor 30 Tahun 2023 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Daerah. Dalam aturan tersebut, sebesar 35 persen dari surplus atau margin pendapatan tarif layanan dialokasikan untuk mendukung kegiatan sosial, budaya dan lingkungan hidup di kawasan konservasi.
“Ini adalah kewajiban BLUD terhadap masyarakat yang ada di dalam kawasan konservasi maupun yang beririsan dengan kawasan konservasi untuk mendapatkan manfaat dari 35 persen surplus atau margin pendapatan tarif layanan,” ujar Eli.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga serta mendukung pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke berbagai titik wisata di kawasan konservasi Kaimana.
“Keterlibatan masyarakat ini juga kami harapkan dapat berkembang di wilayah Fakfak yang menjadi bagian dari cakupan pengelolaan BLUD,” katanya.
Eli menjelaskan, di Kabupaten Kaimana terdapat empat kawasan konservasi yang menjadi bagian dari tanggung jawab pengelolaan, yakni Buruwai, Arguni, Kaimana dan Teluk Etna.
“Memang kawasan ini cukup luas untuk dikelola dan menjadi tanggung jawab bersama. Itu sebabnya, BLUD sebagai pengelola sangat mengharapkan keterlibatan dan dukungan dari semua stakeholder, termasuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, potensi Kaimana, baik di sektor pariwisata maupun perikanan, harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
“Jangan sampai kita hanya mewariskan cerita, tetapi harus mewariskan potensi yang ada agar bisa dinikmati juga oleh anak cucu di kemudian hari,” tegas Eli.
Menurutnya, sebesar dan sebagus apa pun potensi yang dimiliki suatu daerah, yang terpenting adalah bagaimana potensi tersebut dijaga dan dikelola secara berkelanjutan.
Karena itu, upaya menjaga kawasan konservasi tidak hanya menjadi tanggung jawab BLUD. Peran masyarakat adat, aparat kampung, tokoh masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan juga sangat dibutuhkan.
Eli berharap bantuan TJSL yang disalurkan dapat dikelola secara baik dan tepat sasaran, terutama untuk mendukung kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan pengelolaan serta pelestarian lingkungan.
“Harapan dari BLUD adalah semua kegiatan yang dilakukan masyarakat dari hasil bantuan ini dapat mendukung pengelolaan lingkungan, sehingga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang ada di dalam kawasan,” pungkasnya.(KHR-R1)

