Wabup Kaimana: Jangan Bakar Lahan, Bisa Rugikan Banyak Orang
KAIMANA,KT– Wakil Bupati Kaimana, Papua Barat, Isak Waryensi mengimbau masyarakat di 84 kampung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Imbauan tersebut disampaikan Isak saat ditemui di Kantor Bupati Kaimana, Senin (14/9/2026).
Wabup Isak meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu api menyebar dan berdampak terhadap lingkungan maupun masyarakat luas.
Menurut Isak, kondisi kemarau membuat hutan dan lahan lebih mudah terbakar. Karena itu, warga diminta berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang menggunakan api, terutama di sekitar permukiman dan kawasan vegetasi.
“Kita minta masyarakat tidak melakukan kegiatan pembakaran yang nantinya dapat merugikan banyak orang. Jadi, dalam kondisi kemarau ini mari kita lebih berhati-hati,” ujar Isak.
Ia mengatakan kebakaran hutan tidak hanya terjadi di Kaimana, tetapi juga ditemukan di sejumlah wilayah lain di Papua.
Salah satu kebakaran hutan yang menjadi perhatian pemerintah daerah terjadi di Kampung Kensi, Distrik Arguni Atas. Kebakaran tersebut diketahui telah berlangsung sejak 16 Agustus 2026 dan hingga Senin (14/9/2026) masih membutuhkan penanganan.
Isak bersama tim dijadwalkan meninjau langsung lokasi kebakaran di Kampung Kensi untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan yang dapat dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Isak didampingi Kepala Distrik Arguni Atas Arsad Watora.
Isak mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaimana telah menyiapkan sejumlah peralatan untuk membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kampung Kensi.
Menurutnya, kondisi di lapangan akan menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan mengevakuasi warga apabila situasi semakin membahayakan.
“Kalau nanti situasi di lokasi kebakaran kurang bagus, maka kami akan mengarahkan masyarakat untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Isak.
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, sebagian warga Kampung Kensi telah mengungsi secara mandiri ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Pemerintah daerah berharap tim bersama masyarakat dapat membantu mengendalikan dan memadamkan kebakaran hutan tersebut.
“Kami berharap bisa membantu melakukan pemadaman kebakaran hutan di Kampung Kensi,” ujarnya.
Isak juga mengajak masyarakat di 84 kampung ikut menjaga hutan dan lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
Menurutnya, pencegahan sejak dini penting dilakukan agar kebakaran tidak meluas dan dapat ditangani dengan cepat oleh pemerintah bersama masyarakat.
“Harapan saya seluruh masyarakat bisa mengambil bagian untuk menjaga hutan dan lingkungan, terutama dalam kondisi kemarau seperti sekarang,” katanya.(KHR-R1)

