Lewi Oruw Kecewa, Libatkan DAK namun Penentuan CPNSD Tidak Adil
KAIMANA, KT- Ketua Dewan Adat Kaimana (DAK), Lewi Oruw, dalam pernyataannya melalui saluran telepon selulernya, Rabu (16/9/26) mengaku kecewa dengan penetapan dan pembagian quota optimalisasi kebutuhan CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kaimana Formasi Tahun 2021 yang tidak adil untuk 8 suku asli Kaimana.
Hal itu diungkapkan Lewi Oruw usai pengumuman Bupati Kaimana Nomor 800/404/2026 tertanggal 15 September 2026 sebanyak 88 orang.
Sekedar diketahui, berdasarkan data yang berhasil dihimpun wartawan, dari sebanyak 88 orang yang dinyatakan lulus, sebanyak 14 orang menyatakan mengundurkan diri, sehingga total seluruhnya sebanyak 74 orang.
“Kami merasa bahwa kami dipermainkan, padahal dalam pertemuan dengan BKPSDM, kita meminta agar seluruh formasi itu dibagi secara merata untuk anak-anak kami yang asli Kaimana dari 8 suku yang ada, apalagi itu adalah formasi untuk SMA atau sederajat,” ujarnya penuh sesal.
Dia lebih lanjut menambahkan, dari quota tersebut, apalagi pihaknya telah diminta ikut ambil bagian dalam memberikan pendapat, seharusnya BKPSDM mendengarkan usulan yang disampaikan pihaknya.
“Kalau model seperti ini, kami sangat tidak dihargai. Apalagi formasi CPNSD untuk optimalisasi ini adalah diutamakan untuk orang asli Papua. Memang sebagian besarnya Papua, namun perlu diingat bahwa kita harus menghormati 8 suku asli yang ada di Kaimana,” tegasnya.
Dia berharap ke depannya, untuk formasi tahun 2026 ini, Pemerintah Daerah harus lebih memberikan perhatian khusus untuk anak-anak asli Kaimana, khususnya 8 suku yang ada di Kabupaten Kaimana.
Dia pun menambahkan, bagi mereka yang mengundurkan agar, BKPSDM dapat menggantikan dengan mereka yang berasal dari 8 suku asli Kaimana.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kaimana, Onna Lawalata, belum dapat dikonfirmasi berkaitan dengan tindaklanjut dari ketegasan yang disampaikan Ketua Dewan Adat Kaimana, Lewi Oruw atas 14 orang yang menyatakan mengundurkan diri dari formasi ini.(ARI-R1)

