Dermaga Plencengan Kaimana Ditargetkan Beroperasi 2027
KAIMANA, KT- Dermaga Plencengan di Pelabuhan Laut Kaimana ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 setelah pembangunan tujuh unit mooring dolphin diselesaikan. Infrastruktur ini dipersiapkan untuk mendukung bongkar muat material pembangunan sekaligus memperkuat kesiapan pelabuhan dalam menyambut investasi berskala besar, termasuk sektor minyak dan gas (migas).
Kepala Unit Pelaksana Pengoperasional Pelabuhan Laut (KUPPPL) Kaimana, Jemmy Samori, mengatakan pengembangan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan transportasi laut dan mendukung aktivitas logistik di Kabupaten Kaimana.
Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 tahun 2026, dengan tema “Menghubungkan Indonesia, Masa Depan Lebih Baik.”
Jemmy menjelaskan, selama kurang lebih empat tahun terakhir, Pelabuhan Kaimana mengalami berbagai perubahan, terutama dalam peningkatan pelayanan publik, arus penumpang, dan aktivitas bongkar muat barang. Menurutnya, peningkatan arus logistik juga dipengaruhi oleh potensi sumber daya alam Kaimana yang mendukung pengiriman berbagai komoditas ke Kabupaten Mimika.
“Banyak hal yang mengalami perubahan di Pelabuhan Kaimana. Tidak seperti yang lalu-lalu. Perubahan yang nampak kita lihat bahwa kondisi pelabuhan Kaimana mengalami perubahan yang cukup besar, salah satunya adalah pelayanan publik masyarakat,” ujarnya.
Jemmy mengatakan, pengembangan Pelabuhan Kaimana mendapat dukungan pemerintah pusat selama tiga tahun terakhir, yakni 2024, 2025, dan 2026.
Salah satu pembangunan yang dilakukan adalah pembongkaran dermaga lama yang sudah tidak layak, kemudian dibangun kembali dengan fasilitas yang lebih memadai.
“Saat ini, pelabuhan memiliki sejumlah dermaga dengan fungsi berbeda, mulai dari melayani kapal berukuran besar, kapal kontainer, kapal penumpang, hingga kapal penugasan seperti Sabuk Nusantara”, terangnya.
Selain itu, Dermaga Plencengan dipersiapkan secara khusus untuk mendukung kebutuhan pembangunan, terutama bongkar muat material seperti pasir, batu, dan material galian C.
Lanjut dia, selama ini kebutuhan material pembangunan di Kaimana banyak didatangkan dari luar daerah menggunakan kapal tongkang, sehingga keberadaan dermaga tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi material.
“Jadi ada tiga fungsi dermaga. Satu untuk kapal-kapal besar, kapal-kapal kontainer, juga kapal-kapal besar kapal penumpang. Tapi juga ada dermaga untuk melayani kapal-kapal penugasan, kapal-kapal Sabuk. Ada juga dermaga khusus yang spesialis, yaitu Dermaga Plencengan,” katanya.
Jemmy mengungkapkan, pembangunan fisik Dermaga Plencengan telah rampung. Namun, masih terdapat pekerjaan pembangunan tujuh unit mooring dolphin yang ditargetkan selesai pada tahun anggaran 2027. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai titik tambat kapal sekaligus fender atau pelindung untuk membantu mengurangi benturan kapal terhadap struktur dermaga.
“Setelah pembangunan mooring dolphin tujuh unit di tahun 2027, maka dermaga ini sudah siap untuk dioperasikan,” ujarnya.
Dermaga Plencengan yang berada di ujung selatan kawasan Pelabuhan Kaimana itu juga direncanakan mendapat dukungan pengembangan infrastruktur lain pada 2027, termasuk peningkatan akses jalan masuk dan lapangan penumpukan. Pengembangan tersebut dilakukan untuk mempersiapkan fasilitas pelabuhan agar mampu melayani kebutuhan yang lebih besar.
Lebih lanjut, Jemmy mengatakan pengembangan infrastruktur Pelabuhan Kaimana juga diarahkan untuk menyambut investasi berskala besar, termasuk rencana masuknya perusahaan di sektor migas, yakni PT Petronas. Ia menyebutkan, pihak pelabuhan telah melakukan beberapa kali pertemuan bersama Petronas dan pemerintah daerah, termasuk rapat terakhir di kementerian dan bersama Petronas pada Senin sebelumnya.
“Dalam tahun ini ada sebuah perusahaan besar yang akan masuk di Kaimana. Maka dalam rangka itulah kami bekerja keras untuk mempersiapkan infrastruktur bidang transportasi laut ini untuk bisa mampu memberikan pelayanan bagi investor-investor yang akan masuk ke Kaimana. Termasuk migas yaitu PT Petronas,” ungkapnya.
Jemmy berharap seluruh proses persiapan dan pengembangan infrastruktur dapat berjalan dengan baik sehingga Pelabuhan Kaimana mampu memberikan pelayanan kepada investor maupun masyarakat.
“Kita semua siap. Masyarakat Kaimana dan semua pihak kita siap untuk memberikan pelayanan. Tugas kami adalah sebagai pelayan masyarakat baik siang maupun malam serta dalam situasi apapun”, pungkasnya.(KHR-R1)

