...

Alex Furay ; DKPP Target Kembangkan Padi Ladang 100 Ha di Nagura

0
IMG-20260827-WA0016

KAIMANA, KT- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kaimana, menergetkan pengembangan padi ladang di Kampung Nagura Distrik Arguni Bawah seluas 100 ha.

 

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kaimana, Alexander Furay, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya belum lama ini.

 

Dia mengaku, jika saat ini sudah sebanyak 15 hektar padi ladang yang telah dikembangkan pihakya di 5 titik pengembangan, diantaranya Kampung Nagura seluas 7 ha, Kampung Kambala 2 ha, Kampung Inari 2 ha, Kampung Wanoma 2 ha dan Kampung Avona 2 ha.

 

“Mengapa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian harus mendorongnya? Karena padi ladang sangat cocok untuk dikembangkan di kawasan ini. Terus terang, apa yang kami programkan ini hanya untuk merangsang agar petani kita bisa berkembang, seperti pengembangan pisang saat ini, dimana masyarakat sudah bisa melakukannya sendiri,” akunya.

 

Disinggung terkait dengan ketersediaan lahan, kata dia, untuk Kampung Nagura sudah ada petani binaan yang bisa membuka lahan untuk pengembangan padi ladang ini lebih luas.

 

“Daerahnya rata dan kelembaban udaranya pun memadai. Hanya saja saat ini musim kemarau karena dampak dari Elino, sehingga saat ini kita tunda dulu, ke depannya bisa kita kembangkan lagi jika musim penghujan sudah tiba. Tentu, hal ini tergantung juga dengan ketersediaan anggaran yang ada di APBD kita. Memang, kami berencana jika memungkinkan, dengan potensi yang ada dan cukup menjanjikan ini, maka paling tidak sudah bisa diloby untuk menggunakan dana yang bersumber dari APBN,” ujarnya.

 

Disinggung soal berapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan padi ladang selama ini, kata dia, anggarannya sangat kecil hanya sebesar Rp. 40-an juta per hektar.

 

Padahal menurut dia, pengembangan padi ladang ini, jika memungkinkan dapat diikuti dengan tanaman lainnya, seperti pala dan tanaman jangka panjang lainnya.

 

“Masyarakat membuka lahan, tentu kita juga bisa menyediakan peralatan dan juga mengantisipasi adanya hama seperti hewan liar yang bisa merusak padi,” akunya.

 

Disinggung soal apakah program ini terintegrasi dengan program Pemda saat ini yakni SAMISAKA, kata dia, sebenarnya di 5 titik ini bisa dikembangkan dengan alokasi anggaran dari SAMISAKA.

 

Sementara itu, Pendamping Program SAMISAKA Distrik Arguni Bawah, Welmina Lena Felubun, dalam keterangannya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (21/10/26) mengaku, untuk pengembangan padi di Distriknya hanya diusulkan dari hasil Muskam Kampung Inari.

 

Sedangkan, di Kampung Kambala Distrik Buruway, melalui Pendamping SAMISAKAnya, Mochamad Vikri Sulaiman, dalam keterangannya menjelaskan, jika untuk Kampung Kambala Distrik Buruway, masyarakat tidak mengusulkan.

 

“Untuk pengembangan padi ladang, memang tidak diusulkan. Lagi pula, ada alokasi dana dari APBN pun tidak berhasil. Masyarakat memang butuh pelatihan, sehingga bisa mengelola pengembangan produk tersebut menjadi lebih baik. Selain itu, ketersediaan air pun tidak mencukupi, sehingga kadang tidak berhasil,” jelasnya.(ARI-R1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan
Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.