Dinkes Kaimana Dorong Kampung Siaga TBC dan Screening Kesehatan Gratis
KAIMANA, KT- Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TBC) melalui edukasi pasien dan keluarga, skrining kontak serumah, penguatan lintas sektor hingga rencana pembentukan Kampung atau Desa Siaga TBC.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana Arifin Sirfefa melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Jubair Rumakat, mengatakan penanganan TBC tidak hanya berfokus pada pemberian obat, tetapi juga memastikan pasien dan keluarga memahami proses pengobatan serta risiko penularan.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).
Jubair menjelaskan, sebelum obat TBC diberikan, petugas di puskesmas terlebih dahulu memberikan edukasi kepada pasien. Edukasi juga diberikan kepada anggota keluarga yang memenuhi kriteria risiko, terutama mereka yang memiliki kemungkinan terpapar TBC dari pasien.
Langkah tersebut penting untuk memastikan pasien memahami bahwa pengobatan TBC harus dijalani sampai tuntas. Sebab, pengobatan yang dihentikan sebelum waktunya dapat meningkatkan risiko kegagalan pengobatan maupun munculnya TBC resisten obat.
“Kadang-kadang di bulan keempat orang sudah merasa enak, sehingga tidak kembali melakukan pengobatan. Ini yang biasa terjadi drop out,” jelasnya.
Menurut Jubair, pengobatan TBC berlangsung dalam waktu yang cukup panjang sehingga kepatuhan pasien menjadi salah satu tantangan dalam penanganan penyakit tersebut. Karena itu, edukasi dilakukan sejak pasien mulai menjalani pengobatan.
Selain edukasi, Dinkes Kaimana melalui puskesmas juga melakukan pemeriksaan terhadap anggota keluarga atau kontak erat pasien. Bagi anggota keluarga yang memenuhi kriteria, dapat diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk menekan risiko berkembangnya penyakit.
Upaya pencegahan tersebut juga diperkuat melalui kerja sama lintas organisasi perangkat daerah, termasuk dengan instansi sosial. Kerja sama ini diarahkan untuk membantu pasien TBC yang berasal dari keluarga kurang mampu, salah satunya dengan memanfaatkan data kesejahteraan sosial.
Di sisi lain, Dinkes Kaimana tengah mendorong penyusunan regulasi terkait tiga penyakit prioritas, yakni AIDS, TBC dan malaria (ATM). Regulasi tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanganan ketiga penyakit tersebut.
“Kami juga sedang memetakan daerah-daerah yang kasus TB-nya tinggi untuk dibuat Kampung Siaga TB atau Desa Siaga TB,” kata Jubair.
Menurutnya, Kampung atau Desa Siaga TBC nantinya diharapkan dapat melibatkan pemerintah distrik dan kampung dalam upaya penanganannya. Keterlibatan tersebut termasuk mendorong dukungan terhadap program kesehatan melalui sumber daya yang tersedia di tingkat kampung sesuai ketentuan yang berlaku.
Jubair juga mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tersedia di puskesmas. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan karena seseorang terkadang merasa sehat meskipun memiliki penyakit yang belum diketahui.
“Harapan kami seluruh masyarakat dalam satu tahun bisa melakukan cek kesehatan. Dengan mengetahui status kesehatan lebih awal, kita bisa melakukan pencegahan lebih cepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penemuan kasus secara dini tidak hanya penting dalam penanganan TBC, tetapi juga berbagai penyakit lainnya. Semakin cepat suatu penyakit ditemukan, semakin cepat pula langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan.
“Semakin banyak kita menemukan orang yang sakit, semakin banyak juga yang bisa kita lakukan untuk pencegahan,” pungkasnya.(RIS-R1)
