Kebut Samisaka, 4.700 Pohon Pala, Kelapa dan Pisang Siap Ditanam di Warwasi
KAIMANA, KT- Pendamping Satu Miliar Satu Kampung (SAMISAKA) Distrik Arguni Atas, saat ini terus kebut realisasi program tersebut di tahun anggaran 2026 ini. Salah satunya yakni di Kampung Warwasi, Distrik Teluk Arguni Atas.
Pasca melakukan pertemuan bersama dengan seluruh masyarakat dan aparat di Kampung Warwasi, mereka menyepakati program SAMISAKA akan dipergunakan untuk pengembangan pertanian dan perkebunan, diantaranya yakni penanaman pala, kelapa dan pisang di areal lahan milik masyarakat.
Rusli Ufnia, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (10/6/26) menjelaskan, pihaknya sebagai Pendamping Kabupaten bersama pendamping Kampung, telah melakukan sosialisasi ke seluruh masyarakat di wilayah itu.
“Tadi malam kami sudah melaksanakan finalisasi usulan yang disampaikan oleh masyarakat. Alhamduillah, semua sudah sepakat dengan program yang sudah kami rancang bersama, yakni penanaman pala sebanyak 2.400 pohon, kelapa 1.300 pohon dan pisang sebanyak 1.000 pohon,” terangnya.
Dari usulan yang disampaikan dan telah disepakati bersama itu, lanjut dia, akan dibawa ke Kabupaten untuk selanjutnya disampaikan ke tim dan dimasukan dalam anggaran SAMISAKA untuk Kampung Warwasi.
Dia menambahkan, selain pengembangan perkebunan bagi masyarakat, tetapi juga disepakati bahwa alokasi anggaran yang dipergunakan juga untuk pembukaan lahan, penanaman hingga pemeliharaan.
“Kami melihat respon positif dari masyarakat terhadap program ini. Artinya bahwa kita tidak lagi berpikir jangka pendek, tetapi jangka panjang yakni bagaimana melatih kemandirian bagi masyarakat. Mereka produksi sendiri dari apa yang mereka miliki dan selanjutnya tentu akan ada rencana tindak lanjut, jika seluruh program ini telah berhasil, diantaranya yakni pemasaran hasil produksi dan persoalan managemen keuangan. Tentu, kita tidak hanya berpikir bagaimana meningkatkan ekonomi mereka di kampung, tetapi juga melatih masyarakat untuk sudah mulai mandiri bekerja dengan potensi yang mereka miliki,” jelasnya panjang lebar.
Dia lebih lanjut mengatakan, selain beberapa kesepakatan di atas, tetapi juga ada kesepakatan lainnya seperti pengalokasian anggaran tersebut dipergunakan untuk kegiatan ketahanan pangan lainnya, seperti pengembangan sayur-sayuran, rica, keladi dan kasbi.
Dikatakan, sosialisasi ini akan dilaksanakan terus menerus langsung ke masyarakat penerima manfaat, sehingga program ini benar-benar dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di kampung-kampung.(ARI-R1)

