SINARA Kaimana Bedah Modul dan Pembekalan bagi Calon Fasilitator Pendidikan Lingkungan Hidup
KAIMANA, KT– Guna memperkuat upaya pelestarian ekosistem pesisir dan laut secara berkelanjutan, Perkumpulan SINARA Kaimana bersama mitra strategis, menggelar Lokakarya Bedah Modul Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) sekaligus Pembekalan Calon Fasilitator PLH Konservasi Laut.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas colon fasilitator PLH dalam menyampaikan pesan kelestarian ekosistem pesisir dan laut secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga digelar untuk menyelaraskan materi edukasi dengan tantangan riil di lapangan dan mencetak fasilitator lokal yang andal dalam mengedukasi masyarakat di sepanjang kampung-kampung pesisir dalam Teluk Bicari, serta generasi muda di 5 kampung dampingan program yang berada di kawasan TWP Area III Kaimana-Triton.
Penanggungjawab Program SINARA Kaimana, Boy Calvari dalam keterangannya menjelaskan, kawasan konservasi laut memerlukan sistem manajemen yang tidak hanya berfokus pada pengawasan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Olehnya, lanjut dia, lokakarya ini dirancang untuk menghasilkan modul PLH yang mencakup materi ekosistem krusial, seperti terumbu karang, hutan bakau, padang lamun dan sampah harus dibedah secara mendalam bersama para calon fasilitator, praktisi lingkungan, Mitra pembangunan dan perwakilan OPD Teknis terutama BLUD UPTD KKP Kaimana-Fakfak sebagai institusi pengelola ruang laut di Kabupaten Kaimana.
Dikatakan, poin utama dalam kegiatan bedah Modul PLH dan pembekalan bagi calon Fasilitator PLH, antara lain, pertama, mengintegrasikan isu modul yang sudah ada ke dalam kebiasaan konteks lokal kampung-kampung dampingan untuk menciptakan pemahaman komprehensif.
Kedua, metode pembelajaran interaktif, dimana modul-modul tersebut dirancang berbasis aksi (action-based) agar edukasi lingkungan terasa menyenangkan, aplikatif, dan mudah dipahami.
Ketiga, membekali para calon fasilitator PLH dengan metode komunikasi publik, teknik fasilitasi, dan juga pemahaman regulasi zonasi kawasan konservasi perairan, agar mampu mendorong kemandirian masyarakat di 5 kampung sasaran untuk menjaga perlindungan laut demi mendukung sektor perikanan yang berkelanjutan.
Selain itu Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) juga merupakan investasi jangka panjang terbaik untuk menjaga kawasan laut.
“Melalui kegiatan bedah modul ini, kami semua hanya ingin untuk memastikan bahwa semua informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya akurat secara sains, tetapi juga relevan dengan kehidupan sehari-hari bagi mereka yang bergantung pada laut,” ujar Boy.
Penerapan draft modul hasil lokakarya ini, lanjut dia, nantinya akan diuji coba di semua kampung yakni; Kampung Maimai, Foroma Jaya, Murano, Sisir dan Kampung Marsi yang berada dalam kawasan konservasi TWP Area III Kaimana-Triton.
“Kami sangat berharap bahwa dengan kehadiran para calon fasilitator PLH yang telah dibekali ini, mampu memicu kesadaran kolektif yang lebih kuat dalam menjaga kelestarian sumber daya laut di kampung-kampung sasaran program di dalam wilayah Teluk Bicari untuk generasi mendatang dan berkelanjutan,” harapnya.
Pihaknya juga ingin memastikan bahwa para calon fasilitator memiliki panduan yang aplikatif sebab modul-modul yang bedah bersama ini, dirancang secara eksklusif dan interaktif agar masyarakat penerima manfaat dapat langsung memahami pentingnya menjaga laut mereka, serta terus membangkitkan kesadaran lingkungan bagi masyarakat penerima manfaat.
Lokakarya ini, tambah Boy, juga dilakukan untuk menyempurnakan materi yang sudah ada, agar lebih relevan dengan perlindungan konservasi laut saat ini, seperti ancaman sampah plastik, kerusakan terumbu karang dan sampah.(RLS-R1)

