Gunakan Vicon, Bupati Kaimana Sampaikan LKPJ 2019

0

KAIMANA, KT- Bupati Kaimana, Matias Mairuma menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)  penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tahun anggaran 2019 di depan sidang paripurna DPRD melalui video conference (vicon) yang berlangsung dari ruang rapat Bupati Jalan Sapta Taruna Krooy Kaimana, Selasa (28/4/2020).

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Kaimana, Irsan Lie melalui vicom dari ruang sidang DPRD Kaimana Jalan Utarom Pasir Lombo Kaimana.

Rapat paripurna tersebut didampingi Wakil Ketua DPRD, Jacquline Claudia dan Kasir Sanggei, serta dihadiri seluruh anggota DPRD Kaimana.

Bupati dalam LKPJnya menyebutkan, sejumlah program dan kegiatan yang dilaksanakan di tahun anggaran 2019 banyak yang mengalami kenaikan yang cukup berarti, baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur serta sosial kemasyarakatan.

Meski demikian, Bupati tidak menampik jika dalam tahun anggaran 2019 lalu, terdapat sejumlah program dan kegiatan yang tidak mencapai hasil maksimal seperti yang diharapkan. Hal ini menyusul, sejumlah persoalan yang terjadi di daerah.

Untuk itu, Bupati mengajak wakil rakyat untuk bergandengan tangan dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan kembali program dan kegiatan di tahun 2020 ini, terutama dalam penyikapi pendemi covid 19 di wilayah Kabupaten Kaimana.

“Saya ingin mengajak para wakil rakyat kita, termasuk semua pemangku kepentingan di daerah ini dan juga dukungan masyarakat, mari kita terus melakukan pembenahan, perbaikan, revitalisasi dan kerja keras terhadap upaya optimalisasi pelayanan pemerintahan dan pembangunan di daerah ini,” tegasnya.

Di depan sidang paripurna, Bupati juga melaporkan naiknya indek pembangunan manusia di tahun 2019 lalu 64,59 persen atau, atau sekitar 0,5 persen dari tahun sebelumnya yakni tahun 2018 yang hanya sebesar 63,67 persen.

Angka harapan hidup, melek huruf, rata-rata lama sekolah dan partisipasi siswa di semua jenjang pendidikan, mengalami kenaikan, meski ada beberapa bagian yang mengalami penurunan.

Dijelaskan pula, dari total APBD Kaimana sebesar Rp.1,243 triliun hanya terealisasi sebesar Rp.1,097 triliun atau sebesar 88,25 persen.

Hal itu menurut Bupati, lebih disebabkan karena 4 faktor diantaranya yakni adanya tingkat efisiensi yang tinggi dalam implementasi kebijakan belanja di Kabupaten Kaimana, hambatan geografis dan alam, keterbatasan organisasi, manajemen, dan Sumber Daya Manusia (SDM), Keberadaan dana luncuran yang tidak bisa dibelanjakan secara maksimal dan . Hal ini mempunyai hubungan erat dengan limitasi strategi belanja yang kurang solid dari pihak Pemerintah Kabupaten Kaimana.

Meski demikian, Bupati pun sangat berharap adanya masukan yang konstruktif dari para wakil rakyat dalam rangka perbaikan kinerja Pemerintah Daerah ke depan.(ANI-R1)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan