...

Petronas Siap Eksplorasi Blok Bobara, Hak Ulayat Masih Jadi Pokok Pembahasan

0
Petronas Siap Eksplorasi Blok Bobara, Hak Ulayat Masih Jadi Pokok Pembahasan

KAIMANA, KT– Rencana eksplorasi Blok Bobara oleh perusahaan energi asal Malaysia, Petronas, mendapat persetujuan prinsip dari pemilik hak ulayat di Adhijaya, Distrik Burway, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

 

Meski demikian, persetujuan tersebut belum sepenuhnya final. Sejumlah permintaan masyarakat adat masih dalam tahap pembahasan dan negosiasi dengan pihak perusahaan.

 

Kepala Distrik Burway, Slamet Laway, mengatakan Petronas dijadwalkan kembali turun langsung ke kampung pada pekan ketiga September 2026 untuk melanjutkan komunikasi dengan masyarakat adat pemilik hak ulayat.

 

Hal itu disampaikan Slamet saat diwawancarai awak media usai mengikuti Pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Operator Siskeudes di halaman Aula SMA Negeri 1 Kaimana, Selasa (15/9/2026).

 

“Dalam minggu ketiga mereka sudah ada di sini. Dan langsung akan kembali ke kampung untuk berbicara lagi dengan masyarakat terkait dengan beberapa hal yang masyarakat minta. Mungkin ada hal-hal yang memang harus mereka bicarakan kembali,” kata Slamet.

 

Menurutnya, pembicaraan tersebut penting dilakukan karena masih terdapat sejumlah hal yang perlu disepakati bersama, terutama menyangkut hak ulayat dan kepentingan adat masyarakat setempat.

 

Slamet menjelaskan, masyarakat adat merupakan pihak yang paling memahami batas wilayah serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan hak ulayat. Karena itu, Petronas perlu melakukan komunikasi langsung dengan masyarakat di kampung.

 

“Terkait dengan hak ulayat. Kan urusan adat ini biasanya masyarakat lebih tahu dan itu yang mungkin masyarakat minta. Tapi ada beberapa pertanyaan yang mereka harus menanyakan langsung kepada masyarakat, sehingga mereka harus turun langsung,” ujarnya.

 

Apabila seluruh proses komunikasi dan negosiasi telah mencapai kesepakatan, Petronas direncanakan mulai melakukan pekerjaan eksplorasi di Blok Bobara pada Oktober 2026.

 

Tahap awal pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2026. Selanjutnya, kegiatan dapat dilanjutkan mulai Januari 2027 apabila hasil eksplorasi tahap awal sesuai dengan target yang diharapkan perusahaan.

 

“Awal itu mereka akan bekerja tiga bulan, mulai dari bulan Oktober sampai dengan Desember. Setelah itu kalau hasilnya baik, mereka akan lanjut mulai Januari dan seterusnya, kalau memang hasilnya sudah sesuai dengan apa yang mereka harapkan,” jelas Slamet.

 

Pemerintah Distrik Burway, kata Slamet, siap memfasilitasi proses pertemuan dan pembicaraan antara Petronas dengan masyarakat adat. Pemerintah distrik akan mendampingi kedua pihak agar seluruh persoalan dapat dibahas melalui musyawarah dan menghasilkan kesepakatan bersama.

 

“Kita selaku pemerintah distrik, sesuai dengan rujukan dari pemerintah kawasan ini, bagaimana kita melakukan pendampingan dari pihak perusahaan maupun pihak kampung untuk bisa mereka menegosiasikan ataupun melakukan pembicaraan untuk musyawarah, untuk mufakat, sehingga kegiatan itu bisa berjalan,” pungkasnya.

 

Dengan demikian, kelanjutan rencana eksplorasi Blok Bobara kini bergantung pada penyelesaian sejumlah pembahasan antara perusahaan dan pemilik hak ulayat, sebelum pekerjaan lapangan dimulai pada Oktober mendatang.(KHR-R1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan
Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.