Kualitas Udara Kaimana Memburuk, BPBD Imbau Warga Gunakan Masker
KAIMANA, KT- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kaimana. Kondisi ini menyebabkan kualitas udara menurun hingga berada pada kategori tidak sehat, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk bagi kesehatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaimana, Hans Janes Melchior Litaay, mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, khususnya warga yang bepergian menggunakan kendaraan roda dua maupun berjalan kaki.
Imbauan tersebut disampaikan Hans saat ditemui di Ruang Rapat Kantor Bupati Kaimana, Senin (21/9/2026).
“Yang ingin kami imbau kepada masyarakat, kalau keluar rumah atau mau ke mana-mana supaya bisa gunakan masker,” kata Hans.
Ia menjelaskan, penurunan kualitas udara di Kaimana dipengaruhi tingginya konsentrasi polutan dan partikulat yang berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian masyarakat karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
“ Saat ini partikel udara sudah tidak sehat lagi,” ujarnya.
Hans menyebutkan, informasi dari BMKG Kaimana juga telah memuat imbauan terkait penurunan kualitas udara di wilayah Kabupaten Kaimana. Oleh karena itu, masyarakat disarankan menggunakan masker standar, seperti N95, apabila harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
Selain penggunaan masker, BPBD Kaimana meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.
Menurut Hans, mulai terdapat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau gangguan pernapasan di sejumlah lokasi. Wilayah Kensi dan Eregara di Distrik Arguni Atas menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian BPBD.
“Kemarin kita ke Arguni Atas mengecek lokasi titik kebakaran hutan dan lahan di Kensi dan Eregara. Sekalian kami membawa masker dan langsung membagikannya kepada masyarakat setempat,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, BPBD Kaimana tidak hanya membagikan masker kepada masyarakat, tetapi juga menyerahkan dua unit alat pemadam berupa alkon. Peralatan ini disiapkan untuk membantu warga mengantisipasi kebakaran lahan yang berada di sekitar permukiman.
Lebih lanjut, Hans mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga hidrasi tubuh dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan akibat paparan asap.
Ia juga meminta masyarakat menghentikan aktivitas pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan. Selain berpotensi menimbulkan titik api baru, pembakaran tersebut dapat memperburuk kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kaimana.
BPBD Kaimana mengajak seluruh masyarakat berperan aktif mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan serta menjaga kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara.(KHR-R1)
