Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Gelar Bimtek Pengelolaan Perpustakaan Berbasis Digital
KAIMANA, KT- Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kaimana menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) bagi para pengelola perpustakaan dari berbagai perwakilan di wilayah Kabupaten Kaimana.
Kepala Bidang Perpustakaan dan Pegiat membaca, Marwan Kusuma dalam keterangannya kepada Kabar Triton di ruang kerjanya, Rabu (29/07/26) menjelaskan, kegiatan ini melibatkan para pengelola perpustakaan yang ada di Kaimana.
Kegiatan dengan mengusung tema “Transformasi Perpustakaan Menuju Era Digital” dan subtema “Mengintegrasikan Layanan Perpustakaan Umum, Khusus, dan Otomasi Sekolah untuk Akses Informasi Tanpa Batas,” juga membahas berbagai solusi atas keterbatasan sarana dan prasarana perpustakaan di Kabupaten Kaimana.
Menurutnya, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari lamanya, mulai 28 hingga 30 Juli, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan dalam memberikan layanan yang lebih modern dan berkualitas.
“Jadi peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari perpustakaan sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA, perpustakaan umum, perpustakaan kampung atau desa, perpustakaan khusus, perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), perpustakaan Puskesmas, hingga perpustakaan rumah ibadah. Jumlah seluruh peserta sebanyak 50 orang,” jelasnya.
Dia menambahkan, materi yang diperoleh dalam kegiatan ini meliputi manajemen perpustakaan, hingga pengelolaan perpustakaan berbasis aplikasi, terutama mendorong transformasi layanan perpustakaan berbasis digital.
“Untuk sekolah-sekolah, Pemerintah Daerah terus mendorong setiap sekolah memiliki perpustakaan yang terdaftar secara resmi. Bagi sekolah yang belum memiliki perpustakaan, pihaknya akan membantu proses registrasi, sehingga dapat diusulkan sebagai penerima bantuan buku dari Perpustakaan Nasional,” ujarnya.
Dia mengaku, jika selama beberapa tahun terakhir, pihaknya telah menerima bantuan buku-buku bermutu dari Perpustakaan Nasional.
“Namun, tahun ini jumlah bantuan tersebut mengalami penurunan akibat adanya efisiensi anggaran, dari sekitar 1.000 judul, berkurang menjadi sekitar 300 judul saja,” ujarnya.
Salah satu solusi yang ditawarkan, lanjut dia, yakni mendorong sekolah memanfaatkan layanan perpustakaan daerah, baik melalui peminjaman buku cetak maupun buku elektronik.
“Kami berharap, sekolah bisa kembali mengaktifkan keanggotaan perpustakaan bagi para siswa, agar akses terhadap bahan bacaan semakin mudah,” jelasnya.
Bimtek ini lanjut dia, menghadirkan empat narasumber yang berasal dari Dinas Perpustakaan Provinsi Papua Barat, pustakawan dari Kabupaten Sorong, Kabupaten Teluk Wondama, serta seorang pustakawan lainnya yang berpengalaman di bidang pengelolaan perpustakaan.
“Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode hybrid, yaitu menggabungkan pembelajaran daring dan luring. Para pemateri menyampaikan materi secara daring dari luar daerah, sementara peserta mengikuti kegiatan secara tatap muka dengan pendampingan fasilitator di lokasi kegiatan,” ujarnya lagi.
Dia pun berharap, dengan kegiatan ini peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di daerah masing-masing.
Dikatakan, bagi sekolah yang belum memiliki perpustakaan maupun yang koleksi bukunya masih terbatas, diharapkan dapat memanfaatkan layanan perpustakaan keliling sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan literasi para siswa. (JRTC-R1)

