F-PDIP Desak Bupati Kaimana Segera Umumkan 221 Quota Tambahan CPNS

0

KAIMANA, KT- Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kaimana, mendesak agar Bupati Kaimana, Freddy Thie segera mengumumkan hasil formasi quota tambahan CPNS sebanyak 221 orang.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kaimana, Charlie Maupauw, dalam press releasenya yang diterima Redaksi, Kamis (8/7/2021).

Dikatakan, jika terlalu lambat untuk mengumumkannya, maka akan menimbulkan persoalan baru dan konflik di tengah masyarakat.

“Kami berharap pernyataan ini bisa segera ditindaklanjuti. Apalagi, Bupati bersama semua pemangku kepentingan telah bertemu langsung dengan Menteri PAN-RB di Jakarta,” tegasnya saat dikonfirmasi kembali lewat telepon selulernya, Kamis (8/7/2021).

Dia pun sangat berharap, agar mereka yang lulus dalam formasi tambahan ini, sebagian besarnya adalah anak-anak asli Papua.

“Terus terang, di jamannya Bupati sebelumnya, Beliau pasang badan untuk bisa menyelamatkan anak-anak asli Papua, hingga quota itu 80 persen anak-anak asli Kaimana yang lolos dalam seleksi kemarin. Untuk itu, quota tambahan sebanyak 221 ini juga harusnya mengutamakan orang asli Papua,” ujarnya.

Sebelumnya, desakan yang sama pun disampaikan Ketua DPC PPP, Yehadi Alhamid, untuk mendesak kepada pemerintah agar segera mengumumkan, quta tambahan hasil CPNS tersebut.

Sekedfar diketahui, Kepala BKPSDM Kaimana, Donald R. Wakum dalam pernyataannya saat menerima puluhan CPNS 2018 yang lolos dan mendatangi Kantor BKPSDM Kaimana, Rabu (7/7/2021) mengatakan, pengumuman terhadap quota tambahan sebanyak 221 tersebut, masih menunggu keputusan dari Menteri PAN-RB.

Menurutnya, quota tambahan tersebut adalah yang lulus murni Panselnas dan adanya masukan dari Pemda Kaimana serta GMAAP Kaimana.

Dikatakan, terkait dengan permasalahan ini, telah berdampak bagi terhambatnya penerimaan formasi CPNS tahun 2019 hingga 2021 ini di wilayah Provinsi Papua Barat.(ANI-R1)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten Ini Terlindungi !!!
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan